Tantangan di Era Digital, Ketua DP IJTI: Jurnalis Harus Tambah Kompetensi
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 16:46 WIB
loading...
Ketua Dewan Pertimbangan (DP) IJTI Imam Wahyudi mengatakan sebagai profesional, seorang jurnalis harus menambah kompetensi. FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan (DP) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Imam Wahyudi mengatakan sebagai profesional, seorang jurnalis harus menambah kompetensi. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian di era digital dan pandemi Covid-19.
"Yang dibutuhkan sekarang adalah satu sebagai individu kita sebagai profesional jurnalis kita mau gak mau harus menambah kompetensi," kata Imam dalam diskusi melalui Yotube IJTIChannel, Jumat (29/10/2021).
Imam menekankan ada dua poin penting yang harus diingat yaitu menyesuaikan diri dan mampu memodifikasi serta menyebar luaskan secara cepat dan masif.
Baca juga: Jokowi Tekankan Jurnalisme Bijak, Tak Sekadar Fakta tapi Memperhitungkan Dampak
"Yang harus diingat adalah pada saat kita bicara tentang transformasi digital itu kita berbicara tentang peta yang gak punya gigi mundur dia akan jalan terus ke depan dan kita harus mau gak mau harus menyesuaikan," ujarnya.
"Kedua kita harus pahami digitalisasi apa yang paling penting, yang paling penting adalah pada saat kita berbicara tentang digital, maka itu adalah bahwa produk itu akan bisa dimodifikasi, direplikasi, disebarkan dengan cara yang luar biasa cepat dan masif," katanya.
"Yang dibutuhkan sekarang adalah satu sebagai individu kita sebagai profesional jurnalis kita mau gak mau harus menambah kompetensi," kata Imam dalam diskusi melalui Yotube IJTIChannel, Jumat (29/10/2021).
Imam menekankan ada dua poin penting yang harus diingat yaitu menyesuaikan diri dan mampu memodifikasi serta menyebar luaskan secara cepat dan masif.
Baca juga: Jokowi Tekankan Jurnalisme Bijak, Tak Sekadar Fakta tapi Memperhitungkan Dampak
"Yang harus diingat adalah pada saat kita bicara tentang transformasi digital itu kita berbicara tentang peta yang gak punya gigi mundur dia akan jalan terus ke depan dan kita harus mau gak mau harus menyesuaikan," ujarnya.
"Kedua kita harus pahami digitalisasi apa yang paling penting, yang paling penting adalah pada saat kita berbicara tentang digital, maka itu adalah bahwa produk itu akan bisa dimodifikasi, direplikasi, disebarkan dengan cara yang luar biasa cepat dan masif," katanya.
Lihat Juga :