Pemerintah Diminta Hati-hati Libatkan TNI dalam Penanganan Terorisme

Senin, 13 Juli 2020 - 08:38 WIB
loading...
Pemerintah Diminta Hati-hati...
Pengamat Intelijen, Stanislaus Riyanta meminta pemerintah harus hati-hati dalam melibatkan TNI dalam menangani terorisme yang saat ini ditangani oleh Polri dan BNPT. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Pengamat Intelijen, Stanislaus Riyanta meminta pemerintah harus hati-hati dalam melibatkan TNI dalam menangani terorisme yang saat ini ditangani oleh Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Meski tidak bisa dipungkiri bahwa ada kelompok teroris yang melakukan aksinya dengan aksi-aksi yang mirip perang hutan dan menggunakan senjata standar militer.

"Jika hal ini yang dihadapi tentu yang paling tepat untuk menangani adalah TNI," ujar Stanislaus saat dihubungi SINDOnews, Senin (13/7/2020). (Baca juga: Keputusan Pemerintah Libatkan TNI Tangani Terorisme Dinilai Tepat)

Menurut Stanislaus, jika nantinya TNI resmi dilabatkan memerangi terorisme maka untuk menghindari polemik di lapangan diperlukan adanya regulasi yang mengatur kewenangan masing-masing organisasi yang terlibat dan dalam situasi apa organisasi tersebut berhak untuk terlibat.

Dia menambahkan konteks yang tepat sebenarnya bukan membuat dikotomi antara TNI dan Polri tetapi justru menciptakan kolaborasi antara TNI dan Polri. (Baca juga: Kunjungi Kopassus, Mahfud Tegaskan TNI Akan Dilibatkan Tangani

"Sehingga penanganan terorisme bisa lebih efektif dan efisien tetapi tetap sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
TNI Ikut Atasi Begal,...
TNI Ikut Atasi Begal, DPR: Harus Terukur dan Punya Dasar Hukum yang Jelas
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Rekomendasi
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
Berita Terkini
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved