Gerakan Pemuda Alwashliyah Tolak Polri di Bawah Kemendagri
Minggu, 01 Desember 2024 - 19:20 WIB
loading...
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Alwashliyah (PP GPA) Aminullah Siagian menyikapi usulan Polri dikembalikan ke instansi asalnya di TNI atau di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Usulan Ketua DPP PDIP yang juga anggota DPR Deddy Sitorus agar Polri dikembalikan ke instansi asalnya di TNI atau di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menuai beragam reaksi publik. Salah satunya tanggapan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Alwashliyah (PP GPA) Aminullah Siagian.
Amin mengatakan, usulan ini mencederai semangat reformasi yang menginginkan pemisahan TNI dan Polri dengan maksud menghilangkan budaya militeristik di Polri dan kembali ke tugas pokoknya di bidang penegakan hukum dan pelindung serta pengayom masyarakat sesuai konstitusi.
Baca juga: Pengamat: Institusi Polri di Bawah Menko Polkam Sangat Tepat
"Jika Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Deddy Sitorus atau PDIP kecewa karena kalah dalam berbagai proses pilkada di berbagai daerah seperti di Sumut atau kandang Banteng di Jateng lalu jangan pula mengembuskan isu yang bukan-bukan,” ujar Amin di Jakarta, Minggu (1/12/2024).
“Polri jadi Partai Cokelat lah, kita juga punya keluarga yang anggota polisi yang lurus bertugas jadi tersinggung disebut Polri sebagai Partai Cokelat. Jika PDIP ada bukti ajukan saja diproses sengketa konstitusional di MK, jangan malah menggiring opini yang malah mencederai semangat reformasi," sambungnya.
Amin mengatakan, usulan ini mencederai semangat reformasi yang menginginkan pemisahan TNI dan Polri dengan maksud menghilangkan budaya militeristik di Polri dan kembali ke tugas pokoknya di bidang penegakan hukum dan pelindung serta pengayom masyarakat sesuai konstitusi.
Baca juga: Pengamat: Institusi Polri di Bawah Menko Polkam Sangat Tepat
"Jika Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Deddy Sitorus atau PDIP kecewa karena kalah dalam berbagai proses pilkada di berbagai daerah seperti di Sumut atau kandang Banteng di Jateng lalu jangan pula mengembuskan isu yang bukan-bukan,” ujar Amin di Jakarta, Minggu (1/12/2024).
“Polri jadi Partai Cokelat lah, kita juga punya keluarga yang anggota polisi yang lurus bertugas jadi tersinggung disebut Polri sebagai Partai Cokelat. Jika PDIP ada bukti ajukan saja diproses sengketa konstitusional di MK, jangan malah menggiring opini yang malah mencederai semangat reformasi," sambungnya.
Lihat Juga :