Latihan Gabungan Militer dan Diplomasi Pertahanan

Senin, 18 September 2023 - 05:18 WIB
loading...
A A A
Di level Asia Tenggara, kerja sama di bidang pertahanan juga dilakukan dengan eks wilayah RI, yakni Timor Leste yang fokus pada pertukaran informasi, kerjasama antar-angkatan bersenjata, dan beberapa isu lain. Berbagai bentuk kerja sama pertahanan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara tidak lain ditujukan untuk memperbesar persamaan dan memperkecil perbedaan demi meredam konflik yang ada. Dengan cara ini Indonesia dan negara tetangga bisa hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati.

Di luar ASEAN, kerja sama pertahanan juga dilakukan dengan banyak negara lain dari berbagai belahan dunia seperti China, Jepang, Korea Selatan, India, Pakistan, Turki, Arab Saudi, Uni Erimate Arab, Papua Nugini, AS, Prancis, Jerman, Spanyol, Inggris, Rusia, Serbia, Polandia, Italia, Ceko, Belanda, Afrika Selatan, dan Mesir.

Diplomasi pertahanan untuk membangun kerjasama pertahanan juga dilakukan secara multilateral. Misalnya, kerjasama dilakukan dalam wadah ASEAN. Melalui pilar ASEAN, Political and Security Community (APSC), negara-negara anggota didorong menjalin kerja sama pertahanan dengan sesama anggota ASEAN atau di luar ASEAN untuk menjaga kedaulatan negara serta berperan aktif dalam mewujudkan terciptanya stabilitas dunia.

Tujuan tersebut di antaranya dilakukan lewat ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM), ASEAN Regional Forum (ARF), ASEAN-US Ministers’ Defence Informal Meeting, ASEAN-Cina Defence Ministers’ Informal Meeting, ASEAN-Japan Defence Ministers’ Informal Meeting, ASEAN-Japan Defence Vice-Ministerial Meeting.

Selain dengan ASEAN dan negara mitra, Indonesia juga melakukan berbagai kerja sama pertahanan seperti lewat Jakarta International Defence Dialogue (JIDD). Indonesia berpartisipasi aktif, yang merupakan upaya dan inisiasi Indonesia bersama negara lain guna saling bertukar pandangan di bidang pertahanan.

Kehadiran Indonesia dalam Shangrila Dialogue, Tokyo Defence Forum, Xiangshan Forum, Moscow Conference, Forum International Committee of Military Medicine (ICMM), Western Pacific Naval Symposium, Indian Ocean Naval Symposium, Pacific Islands Forum (PIF), dan Melanesian Spearhead Group (MSG). Misi perdamaian PBB juga merupakan bagian diplomasi dan kerja sama pertahanan.

Hingga saat ini Indonesia telah berpartisipasi dalam sembilan misi perdamaian PBB, yaitu misi UNIFIL di Lebanon, misi MONUSCO di Kongo, misi MINUSCA di Republik Afrika Tengah, misi UNAMID di Darfur Sudan, misi UNISFA di Abyei Sudan, misi UNMIL di Liberia, misi MINURSO di Maroko, misi UNMISS di Sudan Selatan dan misi MINUSMA di Mali. Keterlibatan Indonesia, termasuk dalamnya dari unsur TNI, juga merupakan bagian dari diplomasi dan kerja sama pertahanan.

Dalam perspektif lebih luas, latgab militer yang digelar dengan negara sahabat, baik secara bilateral maupun multilateral, juga menjadi bagian dari diplomasi dan kerjasama pertahanan. Semisal dalam konteks Latgabma SGS maupun LatgabTalisman Sabre yang rutin digelar tiap tahun, Indonesia bisa memperkuat confidence building measures sekaligus strategic engagement.

baca juga: TNI AL Gelar Latihan Militer Bersama Angkatan Laut Australia pada Agustus

Negara-negara seperti AS dan Australia yang berpartisipasi aktif dalam dua kegiatan tersebut pernah terlibat konflik dalam skala terbatas dengan Indonesia. Melalui latgab, masing-masing negara bisa membangun rasa saling percaya agar bisa terus menjalin dan memperkuat kerja sama antar-negara secara lebih luas. Tujuan ini bisa dicapai karena dalam latgab diisi dengan kegiatan yang berorientasi menjalin keakraban di antara personel militer yang terlibat dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.

Di sisi lain, pembelian sejumlah alutsista strategis dari Paman Sam seperti pesawat F-15 maupun hibah kendaraan tempur Bushmaster dari Australia secara langsung atau tidak langsung merupakan dampak positif dari kerja sama pertahanan yang dilakukan, hingga bangunan saling percaya masing-masing pihak bisa semakin kuat.

Selain manfaat untuk Indonesia, latgab bisa berdampak positif untuk stabilitas kawasan. Apalagi AS, Australia maupun Inggris yang juga terlibat latgab telah membentuk aliansi AUKUS untuk mengimbangan agresivitas China di Indo-Pasifik. Dengan posisi sebagai negara non-blok dan peran yang semakin diakui dunia, Indonesia bisa menjadi katalis meredam konflik. Di sisi lain, amanat konstitusi untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas (peace keepingdanpeace enforcement) pun terlaksana.

Karena itulah, SGS maupun beragam latgab lain perlu diteruskan. Malahan kalau bisa diperluas dengan melibatkan negara yang berseberangan kepentingan dengan aliansi AS dan Australia, dalam hal ini China. Bila diplomasi dan kerja sama pertahanan terus ditingkatkan, ketegangan di kawasan bisa diredam untuk tidak pecah menjadi perang terbuka. Posisi Indonesia sebagai non-blok dan pengaruh politik yang kuat bisa menjadi modal untuk mengambil inisiatif dan memainkan peran tersebut. (*)
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Indonesia-Prancis Bakal...
Indonesia-Prancis Bakal Latihan Militer Gabungan Misi Pegasus pada September 2026
TNI Ikut Atasi Begal,...
TNI Ikut Atasi Begal, DPR: Harus Terukur dan Punya Dasar Hukum yang Jelas
Usia Pensiun Polisi...
Usia Pensiun Polisi Ditambah Jadi 60 Tahun, Menkum: Seperti TNI, Jaksa, hingga PNS
Taklimat di Seskoad,...
Taklimat di Seskoad, Prabowo Berpesan TNI Harus Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Bersejarah, Prabowo...
Bersejarah, Prabowo Jadi Presiden Pertama Beri Arahan ke Perwira TNI-Polri di Seskoad
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Rekomendasi
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Sarwendah Hapus Sejumlah...
Sarwendah Hapus Sejumlah Brand dari Bio Instagram, Ada Apa?
Berita Terkini
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved