Latihan Gabungan Militer dan Diplomasi Pertahanan

Senin, 18 September 2023 - 05:18 WIB
loading...
Latihan Gabungan Militer...
Ilustrasi: Masyudi/SINDOnews
A A A
PRAJURIT TNI tidak perlu minder dengan kemampuannya. Sebab kekuatan TNI sudah setara dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS) dan Australia. Pengakuan akan kemampuan TNI pun sudah diakui banyak negara, hingga TNI sering diundang dalam berbagai latihan militer di berbagai negara.

baca juga: Ribuan Tentara dari 17 Negara Ikuti Latihan Militer Super Garuda Shield 2023

Pernyataan yang disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono kala menyaksikan operasi pendaratan amphibi dalam Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2023 di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (10/9) tidak berlebihan. Berdasar situs pemeringkatan militer dunia, Global Fire Power (GFP), kekuatan Indonesia di antara militer dunia memang tidak kaleng-kaleng. Pada laporan terbaru di 2023 ini, militer Indonesia menempati peringkat 13 dari 145 negara di dunia.

Kekuatan militer yang menunjukkan konsistensi kenaikan selaras dengan peningkatan kapabilitas alutista yang dimiliki. Modernisasi alutsista -termasuk di dalamnya belanja berbagai jenis peralatan militer matra darat, laut, dan udara secara besar-besaran menjadi variabel penting kesiapan dan kekuatan militer dalam menghadapi berbagai dinamika tantangan.

Kapabilitas alutsista yang dimiliki TNI saat ini ditunjukkan dalam SGS 2023, terutama pada saat Combined Armed Life Fire Exercise (Calfex) yang merupakan sesi penutup Latgabma SGS 2023 yang melibatkan 17 negara dan sekitar 5.000 pasukan. Selain Indonesia, negara yang terlibat aktif latgab adalah AS, Australia, Jepang, Singapura, dan Inggris. Pada momen tersebut, sejumlah alutsista dari semua kecabangan dikerahkan untuk mendukung implementasi skenario peperangan yang dirancang.

baca juga: Super Garuda Shield 2023, Berikut Perbandingan Kekuatan Militer Para Negara Peserta

Dari matra darat, misalnya, alutsista canggih yang dikerahkan mulai dari multiple launch rocket system (MLRS) Astros, MLRS Vampire, Tank Leopard, hingga heli tempur AH-64 Apache. Negara peserta lain seperti AS dan Australia tentu juga mengerahkan alutsista canggih mereka. Beberapa alutsista yang menjadi pusat perhatian selama berlangsungnya latgab adalah Tank M1A1 Abrams dan ranpur amfibi landing craft air cushion (LCAC).

Dengan keberadaan alutsista modern dari berbagai negara tersebut, para prajurit TNI berkesempatan belajar mengoperasikan langsung. Keterampilan dan kemampuan para personel mengoperasikan dan mengawaki sangat penting, karena sehebat dan secanggih apapun sebuah senjata sangat bergantung kepada personel militer yang mengoperasikan atau man behind the gun.

Sedangkan secara institusional, TNI bisa mengetahui perkembangan kecanggihannya alutsista terbaru dan keunggulannya alutsista negara lain, hingga dapat menjadi pertimbangan akuisisi alutsista ke depan. Tak kalah strategisnya, TNI juga bisa mendapat pengetahuan tentang taktik militer dari dari negara dan perkembangan termutakhirnya. Pendek kata, TNI mendapatkan kesempatan emas untuk meningkatkan kapasitasnya (capacity building).

TNI bisa disebut beruntung bisa menggelar latgab yang melihatkan banyak negara atau diajak bergabung dengan latgab berskala besar yang digelar negara sahabat. Pada 2023 ini misalnya, selain Super Garuda Shield, Indonesia juga berpartisipasi dalam Latgab Talisman Sabre tahun 2023 yang digelar Australia. Latihan ini juga melibatkan Jepang, Korea Selatan, Inggris, Kanada, Jerman, Perancis, dan Selandia Baru.Semakin intens TNI melibatkan prajurit dalam berbagai latgab, prajurit tentu akan semakin profesional.

baca juga: Latgab Super Garuda Shield, Pasukan TNI dan Amerika Dalami Teknik Ambush

Selain mendapat knowledge perkembangan alutsista dan meningkatkan profesionalitas prajurit TNI dalam berbagai jenis medan laga, latgab juga memiliki makna lain yang tak kalah penting. Apa itu? Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi saat merespons Latgab Garuda Shield pada 2021 lalu menyebut ajang tersebut sebagai wujud kongkret diplomasi pertahanan. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apa yang dimaksud dan untuk apa diplomasi pertahanan digelar?

Membangun Kesamaan Pandangan

Dalam referensi seperti termuat dalam www.dictio.id yang bertajuk ‘’Apa yang Dimaksud dengan Diplomasi Pertahanan?’’ Disebutkan bahwa diplomasi pertahanan diarahkan pada sejumlah tujuan. Tujuan dimaksud yakni, sebagai memperbaiki hubungan dengan negara bekas musuh untuk mengembangkan confidence building measures, berkontribusi pada upaya perdamaian dunia, dan membentuk persepsi bersama terhadap suatu masalah danmind-setmiliter negara.

Dalam sejarahnya, diplomasi pertahanan lazimnya dilakukan dalam bentuk kerja sama pertahanan dan bantuan militer. Diplomasi atau kerja sama pertahanan diarahkan manifestasi realpolitik internasional dengan arah membangun perimbangan kekuatan untuk meraih kepentingan nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Indonesia-Prancis Bakal...
Indonesia-Prancis Bakal Latihan Militer Gabungan Misi Pegasus pada September 2026
TNI Ikut Atasi Begal,...
TNI Ikut Atasi Begal, DPR: Harus Terukur dan Punya Dasar Hukum yang Jelas
Usia Pensiun Polisi...
Usia Pensiun Polisi Ditambah Jadi 60 Tahun, Menkum: Seperti TNI, Jaksa, hingga PNS
Taklimat di Seskoad,...
Taklimat di Seskoad, Prabowo Berpesan TNI Harus Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Bersejarah, Prabowo...
Bersejarah, Prabowo Jadi Presiden Pertama Beri Arahan ke Perwira TNI-Polri di Seskoad
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Rekomendasi
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Berita Terkini
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved