Menyiapkan Diri Kembali Bekerja dari Kantor
Rabu, 21 Juli 2021 - 07:17 WIB
loading...
Muhamad Ali, Pemerhati Human Capital Management. Foto/Ist
A
A
A
Muhamad Ali
Pemerhati Human Capital Management
KITA TAHU, bekerja normal dari kantor seperti halnya sebelum pandemi, masih merupakan angan-angan. Kita sadar, bekerja normal dengan jam kerja seperti dulu, kini mulai dirindukan banyak pegawai dan pekerja kantoran . Suasana macet-macetan, hiruk-pikuk di pagi dan sore hari, ternyata merupakan suasana yang membuat hari-hari kaum pekerja terasa lebih hidup.
Namun justru dalam ketidakpastian kembali bekerja di kantor masih terus membayang, organisasi perlu menyiapkan diri sebaik-baiknya supaya tidak menjadi sumber kekacauan atau malapetaka baru. Segala sesuatu yang dibiarkan tidak diatur dan direncanakan, adalah sesuatu yang kita rencanakan untuk gagal.
Para manajer, para pemimpin unit, para leader di dalam group, perlu membekali diri untuk membantu para bawahan menyiapkan diri untuk bekerja normal. Isu atau agenda terpenting untuk melengkapi diri adalah mencari seperangkat pengetahuan, peraturan, dan tatacara menyangkut orang bepergian ke kantor, baik di dalam kota maupun antarkota.
Sebagai contoh, dulu, aturan untuk orang yang terpapar positif virus Covid-19 dan kemudian mendapatkan perawatan atau merawat dirinya, setelah periode 10 hari hingga 14 hari, mereka diwajibkan untuk melakukan swab/PCR untuk memastikan kesembuhan. Hari ini, aturan swab/PCR itu tidak lagi diperlukan. Contoh yang lain, kartu vaksinasi menjadi syarat penting bagi orang yang hendak bepergian jarak jauh.
Pemerhati Human Capital Management
KITA TAHU, bekerja normal dari kantor seperti halnya sebelum pandemi, masih merupakan angan-angan. Kita sadar, bekerja normal dengan jam kerja seperti dulu, kini mulai dirindukan banyak pegawai dan pekerja kantoran . Suasana macet-macetan, hiruk-pikuk di pagi dan sore hari, ternyata merupakan suasana yang membuat hari-hari kaum pekerja terasa lebih hidup.
Namun justru dalam ketidakpastian kembali bekerja di kantor masih terus membayang, organisasi perlu menyiapkan diri sebaik-baiknya supaya tidak menjadi sumber kekacauan atau malapetaka baru. Segala sesuatu yang dibiarkan tidak diatur dan direncanakan, adalah sesuatu yang kita rencanakan untuk gagal.
Para manajer, para pemimpin unit, para leader di dalam group, perlu membekali diri untuk membantu para bawahan menyiapkan diri untuk bekerja normal. Isu atau agenda terpenting untuk melengkapi diri adalah mencari seperangkat pengetahuan, peraturan, dan tatacara menyangkut orang bepergian ke kantor, baik di dalam kota maupun antarkota.
Sebagai contoh, dulu, aturan untuk orang yang terpapar positif virus Covid-19 dan kemudian mendapatkan perawatan atau merawat dirinya, setelah periode 10 hari hingga 14 hari, mereka diwajibkan untuk melakukan swab/PCR untuk memastikan kesembuhan. Hari ini, aturan swab/PCR itu tidak lagi diperlukan. Contoh yang lain, kartu vaksinasi menjadi syarat penting bagi orang yang hendak bepergian jarak jauh.