Pasang Surut Partai Politik Islam di Dunia Muslim

Senin, 25 November 2024 - 13:56 WIB
loading...
Pasang Surut Partai...
Ridwan, Direktur Center of Muslim Politics and World Society (Compose) UIII. Foto/Dok. Pribadi
A A A
Ridwan
Pengampu Mata Kuliah Agama Demokrasi dan Pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)
Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) UIII

BAGAIMANA gambaran umum partai-partai politik Islam di dunia Muslim dan eksistensi partai politik Islam di Tanah Air yang akan berlaga di Pilkada, 27 November 2024? Guna memperoleh sebuah perspektif yang lebih luas tentang pertanyaan pembuka tersebut, opini ini akan membahas Ikhwanul Muslimin (Ikhwan) sebagai inspirator partai-partai politik Islam di dunia Muslim, termasuk di Indonesia.

Selanjutnya, ia akan membahas konsep tesis inklusif moderation dengan mana sejumlah partai politik Islam beradaptasi dengan aturan-aturan pemerintah di negara masing-masing agar bisa mengikuti pemilu dan pasang surut partai-partai politik Islam di dunia Muslim. Tulisan akan diakhiri dengan mengkaji singkat performa partai politik Islam, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pada Pilkada 2024.

Membahas partai politik Islam tidak bisa dilepaskan dari kerangka konsep tentang Islamisme. Dari sekian banyak definisi Islamisme, secara sederhana, yang dimaksud Islamisme pada tulisan di sini merujuk pada “upaya-upaya kelompok Islam untuk menggunakan Islam sebagai ideologi dan sumber nilai utama guna membentuk sebuah tatan sosial politik berdasarkan Islam”.

Organisasi Islam pertama dan sangat berpengaruh dalam dunia Islam adalah Ihkwanul Muslimin (the Brotherhood) yang berdiri di Mesir pada tahun 1928. Organisasi ini awalnya berfokus pada persoalan sosial kemasyarakatan dan gerakan pendidikan. Namun, dalam perjalanan sejarahnya organisasi ini juga terlibat dalam gerakan politik yang melawan pemerintah yang berkuasa.

Organisasi Ikhwan bertransformasi menjadi organisasi politik dengan kapabilitas paramiliter pada akhir 1930-an. Selanjutnya pada 1950-an menjadi Gerakan jihadis militant sejak 1960an.

Sebagai satu akibat, Al-Ikhwan dilarang dari ranah aktifitas politik secara langsung sejak tahun 1954 hingga 2011. Sementara itu, pada tahun 1970an Ikhwan mulai meninggalkan kekerasan. Ikhwan sempat merasakan tampuk kekuasaan mengiringi Musim Semi Arab 2011 dan dihancurkan dari kekuasaan sejak 2013.

Dari inspirasi the Brotherhood, pelbagai gerakan Islam, khususnya partai politik Islam berdiri di sejumlah negara. Di Turki Adalet ve Kalkinma (Justice and Development) Party dimapankan pada 2001 oleh koalisi politisi yang cenderung Islamis.

Sejak awal, partai tersebut menolak label 'Islamis' dan memproklamirkan dirinya sebagai partai neo-liberal yang menekankan pada pertumbuhan ekonomi yang cepat dan keanggotaan Uni Eropa. Ia juga Menekankan dukungan untuk demokrasi, hak asasi manusia, inklusivitas dan keadilan sosial.

Partai politik ini tumbuh dengan cepat, membangun basis dukungan di semua provinsi dan beragam komunitas agama (termasuk non-Muslim). Tokoh kunci adalah walikota Istanbul yang karismatik, Recep Tayyip Erdogan, yang memiliki reputasi sebagai pemimpin politik yang efektif dan visioner.

Partai ini mendulang sukses besar dalam pemilihan pertamanya dengan memenangkan 34% suara dan 365 dari 550 kursi di parlemen. Pemilu 2007 melihat suara AKP melonjak lagi menjadi 47%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Kiai Said: Muslim China...
Kiai Said: Muslim China Bisa Menjadi Jembatan Penghubung Peradaban Global
MABIMS Sepakati 8 Resolusi...
MABIMS Sepakati 8 Resolusi Falak, Indonesia Tuan Rumah Bimtek Hisab Rukyat 2026
103 Negara Berkumpul...
103 Negara Berkumpul Memperkuat Kerja Sama Ekonomi Rusia dan Dunia Islam
Rekomendasi
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Berita Terkini
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved