TIMING
Senin, 14 Juni 2021 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
Peranan pemerintah menjadi lebih penting karena mekanisme pasar saja tidak dapat menyelesaikan semua persoalan ekonomi. Untuk menjamin efisiensi, pemerataan dan stabilitas ekonomi, peran dan fungsi pemerintah mutlak diperlukan dalam perekonomian sebagai pengendali mekanisme pasar.
Oleh karena itu, para ekonom Keynesian membenarkan intervensi pemerintah melalui kebijakan publik yang bertujuan mencapai stabilitas harga.
Signifikansi “Timing” dalam Kebijakan
Keputusan memilih atau melaksanakan suatu kebijakan tidak hanya terletak pada muatannya saja namun menyangkut kapan pilihan kebijakan tersebut akan diimplementasikan. Hal itu berlaku pula pada setiap kebijakan publik yang akan digulirkan.
Pemilihan strategi pada waktu yang tepat (right time) merupakan hal penting yang selalu menjadi pertimbangan para pemangku kebijakan agar tercapai tujuan kebijakan sercara efektif. Dimensi waktu implementasi kebijakan dapat ditinjau dalam dua aspek yaitu pertama, kesesuaian waktu dengan konten kebijakan dengan situasi perekonomian yang ada saat itu. Kedua, kesesuaian konten dengan lingkungan sosial politik yang berkembang.
Implementasi kebijakan merupakan suatu proses pelaksanaan keputusan kebijakan (biasanya dalam bentuk undang–undang, peraturan pemerintah, keputusan peradilan, perintah eksekutif, atau dekrit presiden). Proses kebijakan publik tidak selalu mulus dan hanya sampai pada tahap evaluasi kebijakan, tetapi juga memungkinkan hadirnya pertentangan dari pihak lain terhadap kebijakan pemerintah, bisa jadi dikarenakan perbedaan cara pandang tujuan yang ingin dicapai.
Artinya, kita harus faham selalu saja ada pihak yang berbeda “melihat” permasalahan dengan perspektif yang berbeda. Menurut Grindle (1980: 10) dan Quade (1984: 310) bahwa yang diperlukan adalah adanya konfigurasi dan sinergi dari tiga variabel yang menentukan keberhasilan implementasi kebijakan atau program berasal dari tiga variabel yakni kebijakan itu sendiri, organisasi, dan lingkungan kebijakan.
Harapan itu perlu diwujudkan agar melalui pemilihan kebijakan yang tepat masyarakat dapat berpartisipasi dalam memberikan kontribusi yang optimal untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Bijak Membagi dan Menerima Informasi
Kemajuan teknologi informasi komunikasi saat ini bagai pisau bermata dua. Pesatnya perkembangan teknologi tak hanya memberikan dampak yang positif tetapi juga memberikan dampak negatif.
Penyampaian informasi yang sangat cepat, di mana setiap orang dapat memproduksi dan menerima informasi secara instan tanpa batas. Terlebih, informasi yang dikeluarkan oleh orang perorang maupun badan usaha melalui media sosial dan elektronik ketika telah terkirim dan dibaca oleh banyak orang dapat mempengaruhi emosi, perasaan, pikiran bahkan tindakan seseorang atau kelompok.
Oleh karena itu, para ekonom Keynesian membenarkan intervensi pemerintah melalui kebijakan publik yang bertujuan mencapai stabilitas harga.
Signifikansi “Timing” dalam Kebijakan
Keputusan memilih atau melaksanakan suatu kebijakan tidak hanya terletak pada muatannya saja namun menyangkut kapan pilihan kebijakan tersebut akan diimplementasikan. Hal itu berlaku pula pada setiap kebijakan publik yang akan digulirkan.
Pemilihan strategi pada waktu yang tepat (right time) merupakan hal penting yang selalu menjadi pertimbangan para pemangku kebijakan agar tercapai tujuan kebijakan sercara efektif. Dimensi waktu implementasi kebijakan dapat ditinjau dalam dua aspek yaitu pertama, kesesuaian waktu dengan konten kebijakan dengan situasi perekonomian yang ada saat itu. Kedua, kesesuaian konten dengan lingkungan sosial politik yang berkembang.
Implementasi kebijakan merupakan suatu proses pelaksanaan keputusan kebijakan (biasanya dalam bentuk undang–undang, peraturan pemerintah, keputusan peradilan, perintah eksekutif, atau dekrit presiden). Proses kebijakan publik tidak selalu mulus dan hanya sampai pada tahap evaluasi kebijakan, tetapi juga memungkinkan hadirnya pertentangan dari pihak lain terhadap kebijakan pemerintah, bisa jadi dikarenakan perbedaan cara pandang tujuan yang ingin dicapai.
Artinya, kita harus faham selalu saja ada pihak yang berbeda “melihat” permasalahan dengan perspektif yang berbeda. Menurut Grindle (1980: 10) dan Quade (1984: 310) bahwa yang diperlukan adalah adanya konfigurasi dan sinergi dari tiga variabel yang menentukan keberhasilan implementasi kebijakan atau program berasal dari tiga variabel yakni kebijakan itu sendiri, organisasi, dan lingkungan kebijakan.
Harapan itu perlu diwujudkan agar melalui pemilihan kebijakan yang tepat masyarakat dapat berpartisipasi dalam memberikan kontribusi yang optimal untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Bijak Membagi dan Menerima Informasi
Kemajuan teknologi informasi komunikasi saat ini bagai pisau bermata dua. Pesatnya perkembangan teknologi tak hanya memberikan dampak yang positif tetapi juga memberikan dampak negatif.
Penyampaian informasi yang sangat cepat, di mana setiap orang dapat memproduksi dan menerima informasi secara instan tanpa batas. Terlebih, informasi yang dikeluarkan oleh orang perorang maupun badan usaha melalui media sosial dan elektronik ketika telah terkirim dan dibaca oleh banyak orang dapat mempengaruhi emosi, perasaan, pikiran bahkan tindakan seseorang atau kelompok.
Lihat Juga :