Haji 2021 Batal, Persiapan Tahun Depan Akan Dibahas Lebih Awal

loading...
Haji 2021 Batal, Persiapan Tahun Depan Akan Dibahas Lebih Awal
Indonesia memutuskan tidak mengirim jamaah haji tahun 2021 karena alasan pandemi. FOTO/Dokumentasi KORAN SINDO
JAKARTA - Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan tahun ini tidak memberangkatkan jamaah haji . Selain karena belum ada kejelasan dari pemerintah Arab Saudi , langkah ini diambil karena belum redanya pandemi Covid-19.

Ini adalah kali kedua Indonesia tidak memberangkatkan jamaah haji di masa pandemi Covid-19. Kondisi tentu menggelisahkan calon jamaah haji karena antrean semakin panjang. Di DKI Jakarta, misalnya, mengutip laman haji.kemenag.go.id daftar tunggu bisa mencapai 24 tahun. Sebagai gambaran, apabila tahun ini mendaftarkan haji, maka baru tahun 2045 calon jamaah bisa berangkat.

Di beberapa daerah di Sulawesi, seperti Kabupaten Bantaeng, daftar tunggu bisa lebih lama lagi. Berdasarkan data porsi terakhir yang tercatat di Kemenag, keberangkatan jamaah haji bisa di tahun 2066.

Baca juga: Haji 2021 Batal, Menko PMK dan Menag Kompak Tegaskan Dana Haji Aman



Pembatalan ibadah haji 2021 yang diumumkan Kemenag pada 3 Juni lalu ditetapkan lewat Keputusan Menteri Agama No 660/2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 hijriah/2021 masehi.

Baca juga: Kemenag Apresiasi Langkah Dubes Arab Saudi Klarifikasi Soal Penyelenggaraan Haji

Bersamaan dengan pembatasan ibadah haji, Kementerian Agama (Kemenag) kembali mempersilakan calon jamaah haji untuk menarik atau tetap menaruh biaya pelunasan penyelenggaraan ibadah haji. Untuk diketahui, jumlah dana haji reguler pada tahun 2020 sebanyak Rp7,05 triliun. Besaran itu berasal dari 196.865 calon jamaah. Dana haji khusus sebanyak USD120,67 juta dengan total jamaah 15.084 orang.

Saat konferensi pers pekan lalu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, pembatalan penyelenggaraan ibadah haji murni karena alasan teknis. Menurutnya keselamatan, kesehatan dan keamanan jamaah juga harus diutamakan.

“Ini semua menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan. Apalagi, tahun ini juga ada penyebaran varian baru Covid-19 yang berkembang di sejumlah negara,” ujar menteri yang akrab disapa Gus Yaqut itu.

Kendati demikian, Menag menegaskan bahwa untuk tahun depan, pihaknya akan membahas haji lebih awal dengan Arab Saudi. Dia pun berharap pandemi segera selesai dan tahun depan haji bisa diselenggarakan dalam kondisi lebih baik.



"Semoga tahun depan pandemi sudah teratasi. Kami akan sesegera mungkin membahas persiapan haji 2022 dengan Arab Saudi," ujar Menag di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Menurut Menag, tahun ini sebenarnya pemerintah telah melakukan persiapan dini untuk penyelenggaraan ibadah haji. Bahkan, Keputusan Menteri Agama yang diterbitkan Gus Yaqut setelah dilantik Presiden Jokowi adalah pembentukan tim manajemen krisis penyelenggaraan ibadah haji. Tugasnya, melakukan persiapan dan mitigasi penyelenggaraan haji. Beragam skenario dan persiapan sudah dilakukan.

Namun, pandemi global masih mengancam. Saudi juga belum mengeluarkan informasi resmi terkait penyelenggaraan ibadah haji, bahkan hingga hari ini, 29 Syawal 1442 H.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top