Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Rabu, 30 November 2022 - 15:29 WIB
loading...
Remaja mudah melakukan kekerasan juga akibat kemajuan teknologi informasi. Mereka menjadi mudah mengakses informasi, berkomunikasi, menebar provokasi, hasutan, dan kebencian. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A
A
A
SABTU (26/11) dini hari sekitarpukul 04.30WIB, RAS,17, seorang pelajar tewas secara tragis karena terlibat tawuran di Cipondoh, Kota Tangerang. Nyawa RAS tak terselamatkan karena mengalami luka parah di perutnya setelah disabet celurit. Mirisnya, para pelaku tawuran ini adalah anak-anak yang masih remaja atau sekolah.
Sehari sebelumnya,F, pelajar SMK Negeri 9 Medan, Sumatera Utara juga tewas setelah terlibat tawuran dengan pelajar dan alumni sekolah lain di Deli Serdang. Sama seperti yang menimpa RAS, F juga terkena bacokan celurit saat tawuran.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Selain di Tangerang dan Deli Serdang ini, sebenarnya ada sederet kasus tawuran dan kekerasan remaja lain yang tak kalah memprihatinkan. Bahkan, kasus-kasus itu seolah bermunculan setiap hari tanpa ada solusi pasti. Yang lebih mengherankan, dari fenomena akhir-akhir ini, kenakalan-kenakalan remaja itu tak jelas motif, sasaran dan lokasinya.
Para remaja yang umumnya masih pelajar secara serampangan menyasar dan melukai siapa saja yang ditemui di jalan. Mereka biasanya bertindak dalam sekelompok atau geng dan beraksi di malam hari. Sasaran mereka tak lagi sekolah lain, namun acak, utamanya pengendara motor. Mirisnya, mereka sengaja merekam aksi bengisnya tersebut.
Sehari sebelumnya,F, pelajar SMK Negeri 9 Medan, Sumatera Utara juga tewas setelah terlibat tawuran dengan pelajar dan alumni sekolah lain di Deli Serdang. Sama seperti yang menimpa RAS, F juga terkena bacokan celurit saat tawuran.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Selain di Tangerang dan Deli Serdang ini, sebenarnya ada sederet kasus tawuran dan kekerasan remaja lain yang tak kalah memprihatinkan. Bahkan, kasus-kasus itu seolah bermunculan setiap hari tanpa ada solusi pasti. Yang lebih mengherankan, dari fenomena akhir-akhir ini, kenakalan-kenakalan remaja itu tak jelas motif, sasaran dan lokasinya.
Para remaja yang umumnya masih pelajar secara serampangan menyasar dan melukai siapa saja yang ditemui di jalan. Mereka biasanya bertindak dalam sekelompok atau geng dan beraksi di malam hari. Sasaran mereka tak lagi sekolah lain, namun acak, utamanya pengendara motor. Mirisnya, mereka sengaja merekam aksi bengisnya tersebut.
Lihat Juga :