Perkembangan dan Lanskap Organisasi Cek Fakta di Indonesia
Minggu, 24 Juli 2022 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Di Indonesia sendiri saat ini terdapat enam media dan organisasi cek fakta di Indonesia. Mereka adalah Cek fakta Liputan6, Cek fakta Suara.com, Tirto.id, Hoax atau Fakta Kompas.com, Tempo.co, dan TurnBackHoax Mafindo. Keenam organisasi ini telah mendapat sertifikasi dari International Fact-Checking Network (IFCN).
Inisiasi cek fakta di Indonesia memang dimulai oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) serta Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax (FAFHH), komunitas Hoax Buster Indonesia (IHB) Indonesia, dan berbagai komunitas lain di tahun 2015. Komunitas-komunitas ini bergerak berdasarkan mekanisme crowdsourcing, di mana setiap orang yang bergabung dengan komunitas berpartisipasi sebagai agregator.
Baca juga: Tepis Isu Pelanggaran HAM oleh Aparat di Papua, Mahfud MD: Itu Hoaks
Dengan kata lain, anggota komunitas dapat saling bertukar informasi yang mereka temui dalam kegiatan mereka sehari-hari dan kemudian praktik pengecekan fakta dan proses verifikasi informasi dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan komunitas ini juga dilakukan secara langsung di masyarakat antara lain dengan adanya sosialisasi terkait hoaks. Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax adalah pelopor dalam pengembangan situs web khusus untuk melawan Hoax yaitu turnbackhoax.id (Astuti, 2017).
Setelah dimulai oleh Mafindo dalam bentuk komunitas, inisiatif cek fakta juga dilakukan oleh berbagai media arus utama dalam bentuk kolaborasi. Salah satunya adalah pada Pilkada Serentak 2018 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Kerja sama ini diikuti oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan 22 media arus utama. Inisiatif itu dinamakan CekFakta.com yang dimulai pada Mei 2018 di Jakarta (Thorn & Curnow, 2021).
Masih banyak tantangan yang ditemui dalam praktik cek fakta setiap harinya, terutama pada sumberdaya/tenaga yang mengerjakan praktik pemeriksaan fakta. Apabila newsroom yang mengerjakan cek fakta termasuk newsroom kecil, mereka akan kesulitan mencari konfirmasi pada sumber yang tepat. Berbeda dengan newsroom yang sudah mapan, dengan asumsi bahwa mereka punya jaringan yang lebih besar, maka konfirmasi pada narasumber/ahli akan lebih mudah dilakukan.
Kemudian, tidak banyak perkembangan pada keanggotaan IFCN dari Indonesia. Sejak Suara.com bergabung dengan IFCN pada 2019, belum ada organisasi lain yang tergabung dalam keanggotaan IFCN. Hal ini tidak sebanding dengan misalnya India atau Amerika Serikat, negara dengan jumlah penduduk padat dan isu yang cukup banyak seperti Indonesia. India memiliki 15 organisasi yang terverifikasi IFCN, sementara Amerika Serikat memiliki 13 organisasi.
Inisiasi cek fakta di Indonesia memang dimulai oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) serta Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax (FAFHH), komunitas Hoax Buster Indonesia (IHB) Indonesia, dan berbagai komunitas lain di tahun 2015. Komunitas-komunitas ini bergerak berdasarkan mekanisme crowdsourcing, di mana setiap orang yang bergabung dengan komunitas berpartisipasi sebagai agregator.
Baca juga: Tepis Isu Pelanggaran HAM oleh Aparat di Papua, Mahfud MD: Itu Hoaks
Dengan kata lain, anggota komunitas dapat saling bertukar informasi yang mereka temui dalam kegiatan mereka sehari-hari dan kemudian praktik pengecekan fakta dan proses verifikasi informasi dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan komunitas ini juga dilakukan secara langsung di masyarakat antara lain dengan adanya sosialisasi terkait hoaks. Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax adalah pelopor dalam pengembangan situs web khusus untuk melawan Hoax yaitu turnbackhoax.id (Astuti, 2017).
Setelah dimulai oleh Mafindo dalam bentuk komunitas, inisiatif cek fakta juga dilakukan oleh berbagai media arus utama dalam bentuk kolaborasi. Salah satunya adalah pada Pilkada Serentak 2018 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Kerja sama ini diikuti oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan 22 media arus utama. Inisiatif itu dinamakan CekFakta.com yang dimulai pada Mei 2018 di Jakarta (Thorn & Curnow, 2021).
Masih banyak tantangan yang ditemui dalam praktik cek fakta setiap harinya, terutama pada sumberdaya/tenaga yang mengerjakan praktik pemeriksaan fakta. Apabila newsroom yang mengerjakan cek fakta termasuk newsroom kecil, mereka akan kesulitan mencari konfirmasi pada sumber yang tepat. Berbeda dengan newsroom yang sudah mapan, dengan asumsi bahwa mereka punya jaringan yang lebih besar, maka konfirmasi pada narasumber/ahli akan lebih mudah dilakukan.
Kemudian, tidak banyak perkembangan pada keanggotaan IFCN dari Indonesia. Sejak Suara.com bergabung dengan IFCN pada 2019, belum ada organisasi lain yang tergabung dalam keanggotaan IFCN. Hal ini tidak sebanding dengan misalnya India atau Amerika Serikat, negara dengan jumlah penduduk padat dan isu yang cukup banyak seperti Indonesia. India memiliki 15 organisasi yang terverifikasi IFCN, sementara Amerika Serikat memiliki 13 organisasi.
Lihat Juga :