Momentum Pemulihan Ekonomi melalui UMKM

Selasa, 07 Juni 2022 - 06:39 WIB
loading...
Momentum Pemulihan Ekonomi melalui UMKM
Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diharapkan kembali bangkit seiring makin terkendalinya pandemi Covid-19 di Tanah Air sehingga dapat berkontribusi optimal terhadap pemulihan perekonomian nasional (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A A A
SALAH satu sektor yang berperan penting dalam proses pemulihan ekonomi adalah usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kontribusi UMKM tercatat mencapai kisaran 61% terhadap PDB nasional dan menyerap 97% dari total tenaga kerja. Di setiap krisis, UMKM bahkan menjadi buffer, bersifat resilien, dan bisa pulih dengan baik.

Oleh karena itu, pengembangan UMKM menjadi fokus utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu strategi dalam mengembangkan UMKM agar naik kelas yaitu melalui peningkatan akses pembiayaan. Pemerintah berencana meningkatkan porsi kredit UMKM minimal sebesar 30% pada 2024. Namun, saat ini porsi kredit UMKM dari total kredit baru pada kisaran 18% sehingga perlu terus ditingkatkan.

Pemerintah telah mengeluarkan berbagai bentuk kebijakan untuk meningkatkan akses pembiayaan UMKM. Satu di antaranya dalam bentuk pembayaran iuran jasa penjaminan, maupun subsidi bunga dalam kredit usaha rakyat (KUR), yang sumber dananya berasal dari lembaga keuangan. Selain itu, pembiayaan ultramikro menggunakan pendanaan yang berasal dari APBN dan dana bergulir serta pembiayaan syariah dan disalurkan melalui lembaga keuangan mikro.

UMKM juga dapat ditingkatkan melalui inovasi digital, baik bisnis proses maupun pelayanan agar dapat lebih cepat, efektif, dan efisien.

Keberadaan UMKM merupakan pilar penting bagi pembangunan suatu negara. Kalau UMKM bangkit, maka perekonomian akan terungkit.

Sementara, kinerja perbankan semakin membaik di tengah pemulihan perekonomian. Bank Indonesia (BI) mencatatkan fungsi intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan di mana kredit tumbuh 9,10% year on year (yoy) per April 2022.

Pertumbuhan kredit terjadi di seluruh kelompok bank, dan sebagian besar segmen kredit, beserta sektor ekonomi. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit juga didukung standar penyaluran kredit perbankan yang terus melonggar. Terutama di sektor perdagangan, industri, dan pertanian.

Dari sisi permintaan, meningkatnya permintaan kredit juga didukung oleh pemulihan kinerja korporasi yang terus berlanjut. Tercermin dari perbaikan penjualan, kemampuan membayar, dan belanja modal.

Sedangkan penyaluran kredit di sektor UMKM tumbuh 16,75% yoy pada April 2022. Hal ini menunjukkan komitmen antara regulator dan pemerintah dalam peningkatan kredit ke sektor UMKM guna mendorong pembangunan yang inklusif.

Kondisi perbankan masih kokoh tercermin dari rasio kecukupan modal minimum atau capital adequacy ratio (CAR) di level 24,79% per Maret 2022. Sedangkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross mencapai 2,99% dengan NPL net sebesar 0,48%.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1674 seconds (11.210#12.26)