Pengilon di Galeri Nasional dan Isu Beredel

Minggu, 22 Desember 2024 - 05:49 WIB
loading...
Pengilon di Galeri Nasional...
Bambang Asrini. Foto/Istimewa
A A A
Bambang Asrini Widjanarko
Kurator dan penulis seni

PENGILON dalam bahasa Jawa artinya adalah cermin, yang dalam konteks maknawi lebih pada kemampuan seseorang atau publik menilai secara mendalam membuat refleksi atas peristiwa-peristiwa yang telah terjadi.

Isu beredel , yang baru-baru ini menarik perbincangan di kalangan netizen, kemudian arus utama media mainstream online dan cetak memuat hiruk-pikuk dengan muatan berita "pameran lukisan diberedel” menjadi perhatian serius praktisi seni rupa serta komunitasnya.

Saat sama, fenomena itu menjadi demikian meluas perspektifnya dan viral hingga menarik perhatian politisi/anggota DPR, salah seorang Calon Presiden 2024, ahli hukum dan mantan Tim Sukses Calon Presiden 2024, yang kemudian disambung podcast tajam pengamat politik yang populer dan aktivitasnya sering menjadi viral di dunia siber; sampai pada akhirnya organisasi hukum independen menyeru adanya liputan jumpa pers khusus.

Sejumlah individu dan organisasi itu menilai bahwa peristiwa dengan isu pemberedelan pameran lukisan tersebut telah mencelakai iklim demokrasi dan memantik isu tentang kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia. Pada 21 Desember 2024, bahkan ada wacana Pelukis Yos Suprapto yang merasa terancam kebebasan berekspresinya akan memilih jalur hukum membela hak-hak privatnya.

Baca Juga: Lukisannya Disebut Vulgar, Yos Suprapto: Telanjang Simbol Kepolosan

Pembatalan sepihak Galeri Nasional Indonesia (GNI), melalui info media sosialnya; yang dimulai pada malam tanggal 19 Desember 2024---yang penulis kebetulan berada disekitar area pameran—GNI menyebut sebagai bukan tindakan beredel (pelarangan). Namun penundaan untuk pameran tunggal Yos Suprapto dikarenakan adanya tak ada kesesuaian pendapat yang bersifat teknis antara seniman dan Kurator.

Sementara, penulis yang juga mewawancarai seniman, Yos Suprapto yang ia menjelaskan bahwa awal kronologis peristiwa itu adalah kesepakatan kurator dan seniman tentang dua karya lukisan yang tak layak ditampilkan, yang sebelumnya menjadi pokok permasalahan pada akhirnya telah terjadi kesepakatan untuk tidak dipamerkan.

Namun, Yos berkukuh tak mau menuruti "perintah" kurator tatkala menyusul informasi tiga karya lukisan lagi—seturut pula ada penambahan info dari pejabat Kemenbud (Kementerian Kebudayaan)— keputusan bahwa tak layak karya dipamerkan, karena dinilai karya tersebut vulgar. Keputusan itu, yang hanya berselisih waktu beberapa jam yang sedianya pameran dibuka pada pukul 18.30 WIB di tanggal 19 Desember 2024.

Baca Juga: Pameran Yos Suprapto Dibredel, Mahfud MD: Lukisan adalah Ekspresi

Dengan demikian ada lima karya yang sebenarnya "bermasalah", dua karya telah disepakati oleh kurator-seniman untuk tidak dipamerkan, tetiba menyusul tiga karya lagi yang tak diperbolehkan dipajang. Hal itu yang membuat pelukis, yakni Yos Suprapto menyatakan sebagai aksi pemberedelan/ pelarangan dan kesewenang-wenangan sepihak pihak penguasa, baik Galeri Nasional pun Kemenbud. Konsekuensinya, Yos Suprapto memilih akan melawan dan menurunkan seluruh karya serta membawa pulang seluruh lukisan-lukisannya kelak ke Yogjakarta dan tak bersedia lagi berhubungan dengan Galeri Nasional dan Kemenbud.

Saat sama juga, beberapa jam usai "perlawanan atas pemberedelan" pihak seniman sebelum pukul 18.30 WIB (saat pembukaan pameran); pihak kurator mengundurkan diri; karena seniman dianggap telah "menerabas otoritas kurator" dan sebagian karya tak menjadi/selaras dengan topik yang disusun dalam pameran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diberkati Paus Fransiskus,...
Diberkati Paus Fransiskus, Nilai Lukisan Denny JA Diprediksi Tembus Rp34 Miliar
Momen Anies Tanda Tangani...
Momen Anies Tanda Tangani Lukisan Karya Pelajar SMA saat Open House Lebaran
Hasil Penjualan Event...
Hasil Penjualan Event Lukisan Warisan Jiwa Didonasikan untuk Klinik Kesehatan Gratis
Prabowo Hadiri Penutupan...
Prabowo Hadiri Penutupan Kongres PSI, Disambut Yel-yel Dukungan 2 Periode dan Terima Lukisan Berbahan Tanah
Kritikus Seni Puji Genre...
Kritikus Seni Puji Genre Imajinasi Nusantara dalam Karya Denny JA
Denny JA Luncurkan Genre...
Denny JA Luncurkan Genre Baru Seni Rupa Berupa Lukisan Imajinasi Nusantara
ART with HEART 2026...
ART with HEART 2026 Perluas Akses Seniman Difabel ke Dunia Seni dan Pasar Kreatif
Pameran Lukisan Wajah...
Pameran Lukisan Wajah 80 Tokoh
Bersaing dengan 10 Negara,...
Bersaing dengan 10 Negara, Seniman Asal Malang Raih Juara Colour4Life Asia Pacific
Rekomendasi
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved