Masyarakat Rasakan Korupsi Meningkat 2 Tahun Terakhir
Minggu, 08 Agustus 2021 - 14:36 WIB
loading...
Masyarakat secara umum merasakan korupsi dalam pengelolaan lingkungan meningkat dalam dua tahun terakhir. Foto/ilustrasi.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia ( LSI ) menemukan bahwa mayoritas publik merasa bahwa tingkat korupsi di Indonesia mengalami peningkatan dalam 2 tahun terakhir. Hal ini ditemukan dalam survei nasional teranyar LSI yang bertajuk “Persepsi Publik tentang Pengelolaan dan Potensi Korupsi Sumber Daya Alam”.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menanyakan kepada responden, dalam dua tahun terakhir, bagaimana menurut ibu/bapak mengenai tingkat korupsi di Indonesia saat ini, apakah meningkat, menurun, atau tidak mengalami perubahan. Hasilnya, 60% publik merasa ada peningkatan korupsi, 11% menyatakan menurun, 27% merasa sama saja dan sisanya tidak menjawab.
“Mayoritas publik nasional (60%) menilai bahwa tingkat korupsi di Indonesia dalam dua tahun terakhir meningkat,” kata Djayadi dalam pemaparan survei secara daring, Minggu (8/8/2021).
Baca juga: Anak Bupati Bandung Barat Segera Diadili terkait Kasus Korupsi Bansos Covid-19
Menurut Djayadi, temuan ini meningkat dari survei pada Desember 2020 yakni 56% yang merasa korupsi cenderung meningkat dan survei Juni 2021 yakni 53% publik juga merasa bahwa korupsi cenderung meningkat.
Djayadi menjelaskan, publik dari berbagai kategori sosio-demografi sebagian besar menilai bahwa tingkat korupsi dalam dua tahun terakhir meningkat. Publik dengan usia lebih muda, etnis Madura dan Betawi, pekerjaan kerah putih/kantoran, pendidikan dan pendapatan menengah cenderung lebih mempersepsi peningkatan korupsi.
“Demikian pula publik di wilayah perkotaan, terutama di Banten, DKI, dan Jawa Tengah, serta publik di 3 dari 4 wilayah oversample memiliki persepsi peningkatan korupsi yang lebih tinggi,” terangnya.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menanyakan kepada responden, dalam dua tahun terakhir, bagaimana menurut ibu/bapak mengenai tingkat korupsi di Indonesia saat ini, apakah meningkat, menurun, atau tidak mengalami perubahan. Hasilnya, 60% publik merasa ada peningkatan korupsi, 11% menyatakan menurun, 27% merasa sama saja dan sisanya tidak menjawab.
“Mayoritas publik nasional (60%) menilai bahwa tingkat korupsi di Indonesia dalam dua tahun terakhir meningkat,” kata Djayadi dalam pemaparan survei secara daring, Minggu (8/8/2021).
Baca juga: Anak Bupati Bandung Barat Segera Diadili terkait Kasus Korupsi Bansos Covid-19
Menurut Djayadi, temuan ini meningkat dari survei pada Desember 2020 yakni 56% yang merasa korupsi cenderung meningkat dan survei Juni 2021 yakni 53% publik juga merasa bahwa korupsi cenderung meningkat.
Djayadi menjelaskan, publik dari berbagai kategori sosio-demografi sebagian besar menilai bahwa tingkat korupsi dalam dua tahun terakhir meningkat. Publik dengan usia lebih muda, etnis Madura dan Betawi, pekerjaan kerah putih/kantoran, pendidikan dan pendapatan menengah cenderung lebih mempersepsi peningkatan korupsi.
“Demikian pula publik di wilayah perkotaan, terutama di Banten, DKI, dan Jawa Tengah, serta publik di 3 dari 4 wilayah oversample memiliki persepsi peningkatan korupsi yang lebih tinggi,” terangnya.
Lihat Juga :