Pancasila Sakti

Minggu, 04 Juli 2021 - 10:34 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Guru Besar FKUI Keluarkan Rekomendasi Penanganan Situasi Darurat COVID-19

Bagi generasi babyboomers (lahir tahun 1960 sampai 1980) turut menyaksikan bagaimana Pancasila itu telah digunakan sebagai alat kekuasaan, legitimasi dalam memerintah, dan sebagai bahan dalam menekan dan menjaga kelanggengan sebuah Orde. Kita lihat akhirnya rakyat tidak lagi mempercayai kesaktian Pancasila, lahirlah reformasi. Dasar bangsa ini digunakan untuk mempertegas dan meyakinkan rakyat bahwa Pancasila sakti, buktinya ideologi yang lain tidak mampu bertahan. Ideologi Pancasila berjaya. Namun, kenyataannya adakalanya Pancasila juga surut kesaktiannya, marwahnya, bahkan gunanya.

Waktu itu, Pancasila diwujudkan sebagai program dan propaganda sekaligus. Pancasila dihadirkan dengan paksa sebagai bentuk pendidikan warga dan pendidikan sekolah. Pancasila sebagai bahan hafalan dan bahan kurikulum. Semua jenjang pendidkan dari P4, P7, hingga butir-butir yang diperdebatkan dalam forum formal dan informal di semua jejang pendidikan dari dasar hingga perguruan tinggi. Semua hafal dan semua membicarakan Pancasila. Tetapi apakah semua melakukan amalan Pancasila? Sejauh mana kita waktu itu Pancasilais?

Tidak semua. Sebagian serius mendalami Pancasila, merapalkan mantranya. Filsafat Pancasila digarap dijadikan ritual negara. Tafsir Pancasila dikembangkan secara sistematis dan terstruktur. Pancasila menjadi bahan hafalan dan sebagai bahasa yang dimengerti semuanya.

Namun, kesaktian Pancasila menyusut, ketika yang mempromosikan tidak lagi: walk the talk, talk the walk (menjalankan yang dikatakan, mengatakan yang dijalankan). Ada pelanggaran berat yang dilakukan ketika itu. Distribusi sumber daya alam tidak seimbang, pembagian ekonomi tidak merata, teori ekonomi trickle down effect (menetes dari atas ke bawah) tidak jalan. Bocor dimana-mana. Piramida sosial benar-benar berbentuk lancip dan runcing. Atas sedikit jumlahnya, namun menguasai sumber melimpah, baik aset sosial, politik, ekonomi dan agama, sementara yang di bawah gemuk hampa udara. Demokrasi perwakilan mengalami kemerosotan karena Pancasila tidak dijalankan sebagaimana yang dijanjikan, tetapi Pancasila sebagai bahasa yang menguasai, sementara rakyat jelata dibawah piramida menyaksikan kebocoran di tingkat elit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Peringatan Hari Lahir...
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Yuke Yurike Ajak Generasi Muda Perkuat Rasa Cinta Tanah Air
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
Rekomendasi
SPMB Sekolah Nasional...
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dimulai 21 Juli, Ini Jadwal Seleksi hingga MPLS
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Terlibat Keributan,...
Terlibat Keributan, Keluarga Pemain Timnas Argentina Ditangkap Polisi AS
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved