Imbal Hasil Obligasi

Selasa, 08 Juni 2021 - 01:25 WIB
loading...
A A A
Tingginya imbal hasil SUN Indonesia sejatinya tak lantas memberi arti bahwa risiko atas surat utang RI lebih tinggi dari berbagai negara lainnya. Survei Bloomberg sebelum pandemi menempatkan Indonesia sebagai tujuan investasi paling terpercaya pada 2020. Di pasar saham, Indonesia berada di peringkat ke-1, mengalahkan Tiongkok, India, dan Brazil. Di pasar surat utang, Indonesia juga berada di urutan pertama, mengalahkan Rusia, Meksiko, dan Brazil. Minat investor asing tetap tinggi karena mereka percaya Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat. Oleh sebab itu pula, lembaga pemeringkat utang, Fitch Ratings mempertahankan peringkat utang (rating) Indonesia pada posisi BBB, dengan prospek stabil. Fitch menganggap Indonesia memiliki prospek pertumbuhan jangka menengah yang baik dengan rasio utang terhadap produk domestic bruto (PDB) yang rendah. Fitch juga mengapresiasi respons pemerintah terhadap krisis akibat Covid.

Di sisi lain, sejatinya pemerintah RI melalui Kementerian Keuangan telah membuktikan bahwa dalam penerbitan salah satu produk surat utang RI, yakni Sukuk, juga masih banyak diminati investor meski tanpa imbal hasil yang tinggi. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menerbitkan Sukuk Global senilai US$ 3 miliar atau setara Rp 43,5 triliun (kurs 14.500) dengan tingkat imbal hasil terendah. Adapun Sukuk senilai US$ 1,25 miliar untuk tenor 5 tahun dengan imbal hasil 1,5%. Untuk tenor 10 tahun senilai US$ 1 miliar dengan imbal hasil sebesar 2,55%, dan US$ 750 juta untuk tenor 30 tahun dengan imbal hasil sebesar 3,55%. Imbal hasil untuk penerbitan ini pun lebih rendah dibandingkan penerbitan sebelumnya. Dilansir dari Reuters, jumlah pesanan untuk penerbitan ini oversubscribe hingga US$ 10,3 miliar. Hal tersebut menjadi bukti bahwa kepercayaan investor terhadap produk surat utang RI sejatinya masih besar meski tanpa diiringi angka persentase imbal hasil yang terlampau tinggi.

Saat ini tren penurunan suku bunga global berlanjut, imbal hasil SUN dianggap masih atraktif, apalagi negara- negara maju tengah memasuki era suku bunga 0%. Oleh sebab itu, kita perlu terus mendorong imbal hasil SUN ke level yang lebih ideal, turun namun tetap menarik bagi investor. Terlebih kondisi ekonomi domestik ke depan sangat mendukung penurunan imbal hasil SUN ke level yang lebih ideal bagi pemulihan ekonomi nasional. Meski kini berada di masa pandemi, kestabilan ekonomi nasional yang ditunjukkan dengan masih terjaganya angka inflasi serta rupiah yang relatif stabil. Selanjutnya, keberadaan imbal hasil pada level ideal dapat meringankan beban APBN di masa mendatang. Semoga.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Restitusi PPN Tambang...
Restitusi PPN Tambang Puluhan Triliun: Urgensi Perppu Selamatkan Penerimaan Negara
Mantan GM Sebut Direktur...
Mantan GM Sebut Direktur CMNP Beri Mandat ke Bhakti Investama untuk Jual Surat Obligasi dan MTN
Kapolri Tunjuk Novel...
Kapolri Tunjuk Novel Baswedan sebagai Wakil Kepala Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara
Pentingnya Kreativitas...
Pentingnya Kreativitas Pembiayaan
APBN dan Janji Politik
APBN dan Janji Politik
Jangan Lewatkan Penawaran...
Jangan Lewatkan Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah Global Mediacom Tahap II Tahun 2026!
Potensi Tambahan Penerimaan...
Potensi Tambahan Penerimaan Negara dari DSI Masih Dihitung, Purbaya: Belum Ketemu Angkanya
Pakai AI, Purbaya Beberkan...
Pakai AI, Purbaya Beberkan Modus Under Invoicing Ekspor CPO dan Batu Bara
Rekomendasi
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
Berita Terkini
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Infografis
Hasil Drawing Piala...
Hasil Drawing Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Bentrok dengan Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved