Pendidikan di Masa Covid-19
Senin, 03 Mei 2021 - 06:05 WIB
loading...
Pendidikan di Masa Covid-19
A
A
A
Setiap 2 Mei kita memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Ini adalah hari yang sangat bersejarah karena pada tanggal itulah lahir tokoh pendidikan, Ki Hajar Dewantara, sosok revolusioner yang memperjuangkan pendidikan bagi bangsa pribumi di Tanah Air.
Kehadirannya tokoh pendidikan yang lahir pada 1889 itu membawa angin segar bagi dunia pendidikan yang kala itu hanya menjadi hak eksklusif bangsa penjajah Belanda dan golongan bangsawan. Berkat keberadaan sekolah Perguruan Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara itu pula akses warga pribumi untuk belajar menjadi lebih terbuka.
Selain memperingati hari Pendidikan Nasional, pada 2 Mei tahun ini juga bertepatan dengan bulan ke-14 bagi virus korona (Covid-19) menginfeksi jutaan warga di Tanah Air. Tanpa mengurangi makna Hari Pendidikan Nasional, perhatian besar tampaknya harus diberikan pada virus asal China yang hingga kini masih betah di Indonesia.
Di masa pandemi ini harus diakui bahwa dunia pendidikan kita mendapat tantangan sangat berat. Model sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dijalani siswa jauh dari efektif. Ada banyak kehilangan yang dirasakan para guru dan siswa di masa pandemi ini.
Efektivitas belajar pun menjadi pertanyaan besar. Apalagi tidak semua penyelenggara pendidikan menyediakan kurikulum khusus yang adaptif di masa Covid-19. Imbasnya,siswa pun terjebak dalam rutinitas yang membosankan karena hanya menghadapi model pelajaran yang itu-itu saja.
Kehadirannya tokoh pendidikan yang lahir pada 1889 itu membawa angin segar bagi dunia pendidikan yang kala itu hanya menjadi hak eksklusif bangsa penjajah Belanda dan golongan bangsawan. Berkat keberadaan sekolah Perguruan Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara itu pula akses warga pribumi untuk belajar menjadi lebih terbuka.
Selain memperingati hari Pendidikan Nasional, pada 2 Mei tahun ini juga bertepatan dengan bulan ke-14 bagi virus korona (Covid-19) menginfeksi jutaan warga di Tanah Air. Tanpa mengurangi makna Hari Pendidikan Nasional, perhatian besar tampaknya harus diberikan pada virus asal China yang hingga kini masih betah di Indonesia.
Di masa pandemi ini harus diakui bahwa dunia pendidikan kita mendapat tantangan sangat berat. Model sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dijalani siswa jauh dari efektif. Ada banyak kehilangan yang dirasakan para guru dan siswa di masa pandemi ini.
Efektivitas belajar pun menjadi pertanyaan besar. Apalagi tidak semua penyelenggara pendidikan menyediakan kurikulum khusus yang adaptif di masa Covid-19. Imbasnya,siswa pun terjebak dalam rutinitas yang membosankan karena hanya menghadapi model pelajaran yang itu-itu saja.
Lihat Juga :