Strategi Penguatan Kebijakan Merdeka Belajar

Kamis, 28 Juli 2022 - 13:29 WIB
loading...
Strategi Penguatan Kebijakan...
Dewi Oktaviani, Analis Kebijakan Ahli Muda Lembaga Administrasi Negara (LAN). Foto/Dok. Pribadi
A A A
Dewi Oktaviani
Analis Kebijakan Ahli Muda
Lembaga Administrasi Negara (LAN)

KEBIJAKAN dalam dunia pendidikan tengah dihadapkan pada perubahan kebijakan kurikulum. Ironisnya belum maksimalnya kebijakan pendidikan sering kali hanya karena adanya pergantian pimpinan. Ganti pemimpin ganti pula kebijakan pendidikan.

Istilah yang beredar di kalangan masyarakat pada saat adanya pergantian pimpinan “Ganti Presiden, Ganti Menteri, Ganti Kebijakan” menjadi benar adanya. Seperti hadirnya kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Merdeka Belajar bertujuan mengembalikan otoritas pengelolaan pendidikan kepada sekolah dan pemerintah daerah dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan. Namun mereka harus tetap mengacu pada prinsip-prinsip kebijakan Merdeka Belajar yang ditetapkan pemerintah pusat untuk mencapai tujuan nasional pendidikan.

Filosofi lahirnya kebijakan Merdeka Belajar (sejak 2020) diharapkan menjadi solusi terhadap kondisi belum meratanya kualitas pendidikan Indonesia. Termasuk capaian hasil Survei PISA (2018) bahwa Indonesia menduduki posisi 10 terbawah dari 79 negara yang berpartisipasi serta kerangka pembelajaran agar dapat maju dan sejahtera pada 2030 (OECD Learning Compass 2030). Tidak hanya itu, bahkan akibat Pandemi Covid-19, pendidikan Indonesia juga mengalami learning loss yang cukup besar.

Kebijakan Merdeka Belajar ini pun telah diusung pada Presidensi G20 “Recover Together, Recover Stronger” (Sherpa Track) yang salah satu agenda pembahasannya mengusung bidang Pendidikan. Empat agenda prioritas tersebut dikemas ke dalam Kebijakan Merdeka Belajar. Kebijakan ini pun dilengkapi dengan episode-episode Merdeka Belajar (sudah 21 Episode -Juli 2022-) yang masih terus dilakukan penyempurnaan agar menjadi lebih baik, lebih merata, dan tidak konservatif.

Sayangnya sikap positif Mendikbudristek terhadap kebijakan Merdeka Belajar ini tidak dibarengi dengan persiapan dan kecepatan di lapangan. Akibatnya kebijakan ini lebih terkesan matang dikonsep tetapi belum siap diterapkan.

Seperti yang terjadi pada SMPN 3 Cepogo, Boyolali. Mereka baru mendapatkan sosialisasi kebijakan Merdeka Belajar (secara umum) pada awal April 2022 melalui zoom meeting yang ditujukan kepada semua sekolah se-kabupaten, termasuk guru-guru yang hanya membahas tentang kurikulum darurat (penyederhanaan kurikulum 2013). Sedangkan episode Merdeka Belajar lainnya (terutama mengenai sistem aplikasi dan kurikulum) secara detail harus browsing melalui internet secara mandiri. (FGD dengan Kepala Sekolah SMPN 3 Cepogo, Boyolali April 2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Ngkaji Pendidikan di...
Ngkaji Pendidikan di Jogja: Ketika Pendidikan Lupa Memahami Manusia
Workshop Guru PAUD,...
Workshop Guru PAUD, Anggota DPRD Kota Bogor Dorong Penguatan Peran Pendidik
Rekomendasi
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
Berita Terkini
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved