Pandemi, Ketelanjangan Negara, dan Sistem Kesejahteraan

Kamis, 15 Oktober 2020 - 06:18 WIB
loading...
A A A
Apakah kemudian kondisi krisis, seperti yang diakibatkan pandemi ini, akan betul-betul melahirkan sesuatu yang baik bagi sebuah negara? Menurut Amartya Sen, hal ini tentu saja akan sangat bergantung pada hal apa saja yang kemudian menjadi prioritas penanganan dan bagaimana melakukannya. Amerika, negara "besar" yang terpuruk dalam penanganan pandemi ini karena lambat bereaksi dan Vietnam, negara "kecil" yang sukses menekan dan mengendalikan persebaran virus karena sigap menghadapi sejak awal, sama-sama bisa dijadikan pelajaran penting. Lebih dari sekadar persoalan kecanggihan sistem, konsep kesejahteraan berpijak pada paradigma negara yang sungguh-sungguh memprioritaskan kepentingan warganya.

Berkah yang Terselubung
Sebuah artikel yang ditulis oleh Shane Preuss yang dimuat di The Diplomat (24 April 2020) mengajukan pandangan bahwa sesungguhnya Indonesia akan bisa baik-baik saja menghadapi pandemi ini karena kuatnya resiliensi kolektif masyarakat. Hal ini terkait dengan kuatnya modal sosial masyarakat yang saling peduli dan bahu-membahu dalam menghadapi situasi krisis seperti sekarang. Di awal mulai merebaknya pandemi, yang berdampak sosial-ekonomi pada banyak pihak, di antaranya sektor informal dan buruh, berbagai gerakan penggalangan dana bermunculan dan diperuntukkan bagi warga yang kehilangan mata pencaharian.

Pada artikel tersebut dikutip pula data dari The Legatum Prosperity Index yang menempatkan Indonesia pada peringkat kelima dunia sebagai negara dengan masyarakat yang memiliki modal sosial yang kuat. Selain itu juga, berdasar World Giving Index tahun 2018, Indonesia berada pada peringkat pertama dalam hal partisipasi publik dan sosial, dengan tingkat kedermawanan dan kesukarelawanan yang tertinggi di antara semua negara.

Tentu saja ini adalah sebuah kabar baik dan bisa menawarkan satu harapan baik bahwa negara kita akan bisa melalui masa sulit ini dengan baik-baik saja. Satu hal yang kemudian perlu digarisbawahi bahwa negara ini tetap berdiri dalam situasi krisis seperti saat ini tidaklah terlepas dari peran aktif warganya. Bahwa negara yang para petingginya sering kali terlalu sibuk dengan berbagai manuver politik ini sesungguhnya berdiri dengan bertopang pada kaki-kaki kecil rakyat yang berjibaku untuk saling menjaga satu sama lain.

Senyatanya rakyat sudah terlatih untuk mengorganisasi dan mengurus diri serta saling menjaga satu sama lain. Maka ini seharusnya menjadi cambuk bagi para pelaku penyelenggaraan negara ini untuk bisa membangun sistem jaminan kesejahteraan yang lebih baik bagi warganya, yang notabene selalu diingatkan untuk rajin membayar pajak.

Masa pandemi ini bisa disikapi sebagai sebuah berkah yang terselubung (blessing in disguise ) dalam memperbaiki dan memaknai ulang paradigma bernegara kita. Dan, ini menjadi pelajaran penting, bahwa tanpa sebuah sistem kesejahteraan yang betul-betul memprioritaskan dan melindungi warganya, sebuah negara sesungguhnya tengah memamerkan ketelanjangannya.

(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gugatan UU PDP Ditolak...
Gugatan UU PDP Ditolak MK, Negara Wajib Awasi Transfer Data Pribadi
KLB Campak Meningkat,...
KLB Campak Meningkat, Vita DPR: Negara Tak Boleh Abai Lindungi Anak
Negara Tidak Boleh Kalah...
Negara Tidak Boleh Kalah oleh Mafia Impor
Mantan Kabareskrim Ungkap...
Mantan Kabareskrim Ungkap Prabowo Punya Data Ketidaksesuaian Ekspor Penyebab Kebocoran Pendapatan Negara
Pakar Hukum Pidana dan...
Pakar Hukum Pidana dan Tata Negara: Polisi Alat Negara, Bukan Alat Menteri
Wacana Polri di Bawah...
Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Kemunduran Semangat Reformasi
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Rekomendasi
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
Mengapa Bulan Safar...
Mengapa Bulan Safar Dianggap Membawa Kesialan? Ini Penjelasan Islam dan Asal Usul Mitosnya
Berita Terkini
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Dakwaan dr Tifa dan...
Dakwaan dr Tifa dan Batas Negara Memidanakan Pendapat di Dialog Televisi
Mahfud MD Ungkap Skenario...
Mahfud MD Ungkap Skenario Eks Jampidsus Ajukan Praperadilan dan Berakhir Menang
Gandeng KPK, Kejagung...
Gandeng KPK, Kejagung Didukung Penuh Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah
Jelang Pelimpahan Berkas,...
Jelang Pelimpahan Berkas, Gus Yaqut: Semoga Kebenaran Terungkap
Prabowo Ingatkan Penanganan...
Prabowo Ingatkan Penanganan Sampah Tak Bisa Gunakan Cara-cara Lama
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved