Mantan Kabareskrim Ungkap Prabowo Punya Data Ketidaksesuaian Ekspor Penyebab Kebocoran Pendapatan Negara

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:17 WIB
loading...
Mantan Kabareskrim Ungkap...
Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo. Dia menyatakan Prabowo ternyata mempunyai data ketidaksesuaian ekspor Indonesia. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto. Jenderal bintang 3 itu menyatakan Prabowo ternyata mempunyai data ketidaksesuaian ekspor Indonesia.

Data itu menandakan masih adanya praktik ekspor ilegal yang terjadi di Indonesia. Dia mencontohkan obrolan kebocoran pendapatan negara itu salah satunya terjadi di sektor pertambangan.

Baca juga: Susno Duadji Minta Pandji Pragiwaksono Harus Bisa Bedakan Lawakan, Penghinaan, dan Penistaan

"Misalnya saya bilang, Pak hasil tambang kita batubara 750 juta ton per tahun. Kata beliau (Prabowo) tidak. Tercatatnya 800 juta ton. Namun, data akurat dari negara lain yang memberitahu beliau bahwa kami mengimpor dari Indonesia itu ada sekian," ujar Susno dalam program Rakyat Bersuara iNews, Selasa (10/2/2026).

Ternyata Prabowo membandingkan data ekspor Indonesia dan data impor dari Indonesia oleh negara lain. Menurut Susno, data dari negara lain menunjukkan bahwa ekspor Indonesia memiliki nilai yang lebih tinggi.

"Data itu misalnya seribu, tapi angka dari beliau kan ada itu, itu karena dari BI dan Kementerian Perdagangan, Bea Cukai. Kemudian, data dari negara itu, oh tidak kami beli dari negara Anda sekian," ucap Susno.

"Ini mau bantah gimana lagi. Kan tidak mungkin data mereka bohong," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Rosan Roeslani: Dukungan...
Rosan Roeslani: Dukungan Prabowo Jadi Kunci Lahirnya Juara Dunia
Ketum PASI Luhut Panjaitan...
Ketum PASI Luhut Panjaitan Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Rekomendasi
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Rosan Roeslani: Dukungan...
Rosan Roeslani: Dukungan Prabowo Jadi Kunci Lahirnya Juara Dunia
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 79-80: Rencana Dipa Bungkam Danang Gagal Total
Berita Terkini
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Roy Suryo usai Penangguhan...
Roy Suryo usai Penangguhan Penahanan Dikabulkan: Ini Kemenangan Rakyat Indonesia
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
Kejari Jaksel Ungkap...
Kejari Jaksel Ungkap Alasan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Infografis
7 Negara Tertua di Dunia,...
7 Negara Tertua di Dunia, Lahir sebelum Dunia Punya Peta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved