Urgensi, Konsepsi dan Implementasi Benteng Pertahanan IKN

Senin, 12 Agustus 2024 - 05:08 WIB
loading...
A A A
Mabes TNI pada akhir November 2023 telah melakukan sosialisasi pembentukan satuan TNI di IKN. Asrenum Panglima TNI, Laksda Hery Puranto menjelaskan, satuan TNI di wilayah IKN dibutuhkan agar IKN aman dari berbagai ancaman, baik militer, non-militer, maupun hibrida. Menurut dia, strategi keamanan di IKN harus mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap deterrence effect ataupun bargaining position di kawasan regional maupun internasional.

Bagaimana implementasinya? Sejumlah langkah telah direncanakan atau diwujudkan tiga matra TNI. Seperti TNI AD, berencana membuat kodam untuk IKN. Tapi, rencana ini akan menyesuaikan perkembangan IKN hingga 2045 nanti. Bahkan, TNI sudah mendapatkan tanah di daerah inti IKN yang diproyeksikan sebagai Mabes TNI baru menggantikan Mabes saat ini yang bertempat di Cilangkap, Jakarta Timur. Sedangkan untuk jangka pendek, TNI AD pada akhir 2023 lalu sudah memulai pembangunan Kodim IKN di Penajam Paser Utara.

baca juga: BIN Komitmen Perkuat Pertahanan dan Keamanan IKN

Beberapa waktu lalu, TNI AD menghebohkan masyarakat di Kalimantan Timur terkait pengiriman sembilan tank medium Harimau ke Batalyon Kavaleri 13/Satya Lembuswana yang bermarkas di Tenggarong. Kesatuan di bawah Kodam VI/Mulawarman ini merupakan penerima pertama tank hasil kerja sama dengan Turki tersebut.

Paling krusial, Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan telah menyiapkan Armed 18/Buritkang Tenggarong yang direncanakan menjadi markas Rudal Indonesian Tactical Ballistic Missile (ITBM-600). Diagendakan, rudal tercanggih di ASEAN dengan jangkau 280 km inibaru akan didatangkan dari Turki di awal tahun 2025. Untuk diketahui, ITBM-600 merupakan nama lain rudal KHAN yang akan diadopsi Indonesia menjadi rudal nasional melalui transfer of technology (ToT).

Adapun TNI AU akan menggeser Skadron 17 dan Skadron 45 ke wilayah IKN untuk mendukung mobilitas Presiden dan Wakil Presiden. Sebagai pelengkap, TNI AU juga akan membentuk pemandu sektor udara. Sesuai program MEF 2019-2024, direncanakan pula pembangunan skadron tempur baru di IKN, bersama dengan pembanguan lima skadron tempur lainnya seluruh penjuru Tanah Air.

Untuk mengamankan wilayah udara IKN, TNI AU juga bakal menempatkan radar Ground Control Interception (GCI) GM-403 buatan Thales dari Prancis bekerja sama dengan PT Len Industri (Persero) yang dijadwalkan terpasang pada 2026, dan radar Retia buatan Ceko. Rencananya, radar tidak ditempatkan di IKN, tapi di sekitar kawasan IKN, sehingga bisa mem-back up pengamanan wilayah udara di sekitar IKN.

Selain radar, TNI AU juga akan mengerahkan pesawat dan air defense weapon. Di sela pameran alutsista yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada April 2024, Indonesia telah membuat kesepakatan kerja sama dengan Turki untuk mengakuisisi sistem pertahanan udara Hisar O. Rudal buatan Roketsan itu merupakan sistem pertahanan udara yang dibutuhkan untuk melindungi berbagai aset strategis suatu negara.

Rudal yang sudah mendapat istilah Indonesia, Trisula, memiliki kemampuan menetralisir serangan pesawat sayap putar dan tetap, rudal jelajah, rudal udara ke darat, dan kendaraan udara tak berawak. Sangat mungkin Hisar O yang memiliki jangkauan intersepsi mencapai 20-25 km dan bisa mencapai ketinggian 10 km dioreintasikan mengamankan IKN.

Pada Januari 2024 lalu, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menerima paparan sistem pertahanan udara (hanud) dari Komandan Komando Sektor (Dankosek) IKN Marsma TNI Abdul Haris tentang sistem hanud Indonesia Archipelagic Air Defense System (IAADS) Cakra, yang merupakan sistem pertahanan udara terintegrasi dan tersebar di semua wilayah NKRI (bukan hanya di IKN). Cakra memiliki kemampuan mendeteksi, melacak dan menetralisir ancaman melalui komponen berupa integrated air defense system, electronic warfare cyber and space, maritim air-land platform integration, serta regulated fly zone.

Sedangkan untuk matra laut, TNI AL sejak Januari 2024 sudah mulai pembangunan infrastuktur yang dibutuhkan untuk meningkatkan status Lanal TNI AL Balikpapan menjadi Komando Daerah Maritim (Kodamar) TNI AL, tepatnya di Dermaga Melawai.Peningkatan status dilakukan karena secara geografis Lanal Balikpapan berhadapan langsung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang merupakan wilayah perairan terbuka, hingga diperlukan peran aktif TNI AL memantau kapal-kapal yang melintas.

TNI juga berencana menggelar coastal defence atau sistem pertahanan pantai untuk mengamankan IKN. Rencana akuisisi alutsista ini rencananya dimasukkan dalam daftar belanja prioritas alutsista dalam rencana strategis (Renstra) 2024-2029. Dengan keberadaan rudal pertahanan pantai, TNI memiliki kapasitas menghalau serangan dari laut sebelum masuk ke wilayah daratan.

baca juga: Pesan Harmoni Industri Hulu Migas dari Taman Buah Puspantara IKN

Untuk alutsista pertahanan pantai ini, Indonesia telah resmi mengakuisisi rudal Atmaca. Selain ditenteng kapal perang, rudal ini bisa dicangkokkan pada platfom darat (land based varian) seperti sudah diuji coba Turki, hingga bisa dimanfaatkan untuk rudal pertahanan pantai. Seperti halnya akuisisi alutsista atau rudal Turki lainnya, pembelian Atmaca juga diikuti dengan skema ToT. Selain Atmaca, muncul wacana TNI AL juga akan membeli rudal anti-kapal YJ-12E buatan China untuk pertahanan pantai.

Dari berbagai perencananaan maupun pembangunan infratruktur maupun akuisisi alutsista yang diorientasikan membentengi IKN, sudah tampak serpihan puzzle menuju arsitektur konsep smart defense maupun A2/AD. Implementasi smart defense misalnya diperlihatkan dengan akuisisi radar GCI GM-403 dan Retia, serta rancangan sistem hanud IAADS Cakra yang dioperasikan TNI AU.

Kehadiran konsep smart defense sudah barang tentu selaras dan saling melegkapi dengan implementasi konsep A2/AD yang merujuk pada kemampuan strategis dan taktis TNI dalam menangkal atau melumpuhkan ancaman. Kapabilitas A2/AD membutuhkan berbagai jenis alutsista, termasuk rudal jarak jauh seperti ITBM-600, rudal hanud Hisar O, rudal anti-kapal Atmaca dan lainnya.

Implementasi smart defense maupun A2/AD -dan di dalamnya termasuk berbagai infrastruktur yang tengah dibangun untuk mendukung operasi tiga matra TNI maupun aneka alutsista yang sudah dimiliki TNI- mengindikasikan rancangan pertahanan berlapis dan terintegrasi yang bakal membentengi pertahanan IKN.

Realitas tersebut bukan sekadar menunjukkan keseriusan Kemenhan dan TNI membangun benteng pertahanan yang mampu menangkal atau menetralisir ancaman terhadap IKN -baik yang datang dari darat, laut maupun udara, tapi juga menunjukkan kesadaran akan dinamika tantangan ke depan di kawasan dan urgensi mengadopsi teknologi yang terus berkembang. (*)
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Beri Penghormatan...
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Ryamizard Ryacudu
Prabowo Tiba di Kantor...
Prabowo Tiba di Kantor Kemhan Jelang Upacara Persemayaman Ryamirzad Ryamizard Ryacudu
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin...
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Pimpin Upacara Pemakaman Jenazah Ryamizard Ryacudu di TMP Kalibata
Kunjungi Yonif TP 861,...
Kunjungi Yonif TP 861, Sjafrie Minta Prajurit TNI Jaga Hubungan Baik dengan Warga Papua
Memajukan Peran Korsel...
Memajukan Peran Korsel sebagai Kekuatan Diplomatik melalui Diplomasi Pertahanan
Telkomsel-Republikorp...
Telkomsel-Republikorp Perkuat Teknologi Komunikasi Pertahanan Nasional
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Program Suara Warga,...
Program Suara Warga, Generasi Muda Kaltim Kawal IKN sebagai Ibu Kota Politik
Rekomendasi
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
Berita Terkini
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved