Program YESS Memperkuat Agribisnis Petani Milenial Melalui Kelembagaan Ekonomi Petani
Minggu, 24 Maret 2024 - 22:05 WIB
loading...
A
A
A
Rantai pasok yang dapat bersaing adalah rantai pasok yang dapat memenuhi permintaan konsumen dan memiliki nilai yang tinggi dari keseluruhan rantai pasok. Terdapat tiga hal penting dalam rantai pasok agar dapat memenuhi konsumen akhir yaitu kelancaran aliran produk, aliran finansial, dan aliran informasi. Menjaga kelancaran aliran produk dalam rantai pasok sangat penting karena ketersediaan produk mempengaruhi kelancaran kedua aliran lainnya.
Petani perlu ditingkatkan pengelolaan produknya dengan bersinergi bermitra dengan pelaku usaha di pasar untuk membangun jaringan pemasaran yang utuh dan saling menguntungkan. Pengembangan pasar secara digital perlu dibarengi dengan penataan manajemen produksi di dalam kelompok petani sehingga kelancaran ketersediaan produk dapat terjamin. Kemampuan akses pasar dalam negeri maupun luar negeri sangat dipengaruhi oleh jaminan mutu produk.
5. Akses Permodalan
Pembiayaan agribisnis petani milenial dapat berasal dari investasi, corporate social responsibility (CSR), Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan model pembiayaan lainnya. Sektor perbankan maupun korporasi yang tertarik untuk mengembangkan usaha, misalnya agribisnis hortikultura, perlu disertakan dalam pengembangan hortikultura di setiap aspek yang dipandang komersial bagi petani dan memiliki potensi keberlanjutan yang sangat besar. Optimasi pembiayaan dari non-reguler didukung oleh pendampingan kepada petani agar petani dapat meningkatkan skala usaha dan perekonomian wilayah mendapat manfaat positif dari pengembangan hortikultura.
Petani milenial perlu mendapat bimbingan dalam mengakses berbagai skema ini dan perlu meningkatkan kemampuan manajerialnya untuk dapat memenuhi standar mitra usaha pendanaan. Penguatan kelembagaan ekonomi petani dilakukan secara berjenjang menurut kondisi dan kapasitas petani sehingga mampu dan memenuhi syarat untuk membentuk badan usaha yang berbadan hukum.
Agribisnis petani milenial berbasis kluster komoditas akan mendorong pembentukan kelembagaan ekonomi petani agar memiliki nilai tawar dan berkemampuan mengakses informasi, sumber permodalan, serta akses pasar. Koperasi petani milenial pada Program YESS menjadi salah satu leason learned penguatan agribisnis petani milenial melalui korporasi petani.
Penguatan agribisnis petani milenial berbasis kluster komoditas akan dapat menjadi rintisan pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani yang dikembangkan dengan strategi memberdayakan dan mengkorporasikan petani. Sinergi pemerintah, akademisi/lembaga riset, mitra usaha/industri, asosiasi, komunitas, lembaga pembiayaan, dan media sangat diperlukan untuk mengakselerasi pertumbuhan agribisnis petani milenial.
Petani perlu ditingkatkan pengelolaan produknya dengan bersinergi bermitra dengan pelaku usaha di pasar untuk membangun jaringan pemasaran yang utuh dan saling menguntungkan. Pengembangan pasar secara digital perlu dibarengi dengan penataan manajemen produksi di dalam kelompok petani sehingga kelancaran ketersediaan produk dapat terjamin. Kemampuan akses pasar dalam negeri maupun luar negeri sangat dipengaruhi oleh jaminan mutu produk.
5. Akses Permodalan
Pembiayaan agribisnis petani milenial dapat berasal dari investasi, corporate social responsibility (CSR), Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan model pembiayaan lainnya. Sektor perbankan maupun korporasi yang tertarik untuk mengembangkan usaha, misalnya agribisnis hortikultura, perlu disertakan dalam pengembangan hortikultura di setiap aspek yang dipandang komersial bagi petani dan memiliki potensi keberlanjutan yang sangat besar. Optimasi pembiayaan dari non-reguler didukung oleh pendampingan kepada petani agar petani dapat meningkatkan skala usaha dan perekonomian wilayah mendapat manfaat positif dari pengembangan hortikultura.
Petani milenial perlu mendapat bimbingan dalam mengakses berbagai skema ini dan perlu meningkatkan kemampuan manajerialnya untuk dapat memenuhi standar mitra usaha pendanaan. Penguatan kelembagaan ekonomi petani dilakukan secara berjenjang menurut kondisi dan kapasitas petani sehingga mampu dan memenuhi syarat untuk membentuk badan usaha yang berbadan hukum.
Agribisnis petani milenial berbasis kluster komoditas akan mendorong pembentukan kelembagaan ekonomi petani agar memiliki nilai tawar dan berkemampuan mengakses informasi, sumber permodalan, serta akses pasar. Koperasi petani milenial pada Program YESS menjadi salah satu leason learned penguatan agribisnis petani milenial melalui korporasi petani.
Penguatan agribisnis petani milenial berbasis kluster komoditas akan dapat menjadi rintisan pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani yang dikembangkan dengan strategi memberdayakan dan mengkorporasikan petani. Sinergi pemerintah, akademisi/lembaga riset, mitra usaha/industri, asosiasi, komunitas, lembaga pembiayaan, dan media sangat diperlukan untuk mengakselerasi pertumbuhan agribisnis petani milenial.
(kri)
Lihat Juga :