NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 - 19:07 WIB
loading...
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
Achmad Baha’ur Rifqi, Intelektual Muda NU Presidium/Nasional BEM PTNU Se-Nusantara. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Achmad Baha’ur Rifqi
Intelektual Muda NU
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara

MEMASUKI abad kedua perjalanan pengabdiannya, Nahdlatul Ulama (NU) berada pada sebuah persimpangan sejarah yang menentukan. Sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, bahkan di dunia, NU dihadapkan pada tantangan yang semakin multidimensional. Perubahan geopolitik global, disrupsi teknologi, transformasi ekonomi digital, krisis sosial, hingga dinamika kehidupan berbangsa menuntut NU tidak hanya mampu mempertahankan identitas keislaman dan kebangsaannya, tetapi juga menghadirkan model kepemimpinan yang adaptif, profesional, dan visioner.

Dalam konteks tersebut, regenerasi kepemimpinan tidak lagi cukup dimaknai sebagai pergantian figur semata. NU membutuhkan transformasi kualitas kepemimpinan yang mampu menjembatani nilai-nilai luhur pesantren dengan tuntutan tata kelola organisasi modern. Tradisi dan modernitas bukanlah dua kutub yang saling bertentangan, melainkan dua kekuatan yang harus dipadukan agar NU tetap menjadi lokomotif peradaban Islam yang relevan di setiap zaman.

Sejak didirikan, pesantren telah menjadi fondasi utama pembentukan karakter kepemimpinan NU. Dari lingkungan pesantren lahir ulama, cendekiawan, pejuang kemerdekaan, negarawan, dan pemimpin masyarakat yang menjadikan ilmu, akhlak, serta pengabdian sebagai orientasi utama perjuangan. Modal sosial dan moral tersebut merupakan kekuatan historis yang tidak boleh tercerabut dari perjalanan NU.

Namun, kompleksitas tantangan abad ke-21 menuntut kompetensi yang lebih luas. Kepemimpinan berbasis pesantren perlu diperkaya dengan kapasitas manajerial, tata kelola organisasi yang profesional, penguasaan teknologi, kemampuan membangun jejaring strategis, serta kecakapan dalam mengelola sumber daya secara efektif dan akuntabel. Di era modern, legitimasi moral harus berjalan beriringan dengan kapasitas kelembagaan agar organisasi mampu menjawab kebutuhan umat secara konkret.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NU dan Arsitektur Peradaban...
NU dan Arsitektur Peradaban Abad Kedua
Menakar Masa Depan di...
Menakar Masa Depan di Balik Dana Abadi Daerah
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Rekomendasi
PLN EPI Dorong Standardisasi...
PLN EPI Dorong Standardisasi Biomassa, Efisiensi Rantai Pasok Jadi Penentu
Microdrama AI Makin...
Microdrama AI Makin Populer, Ini Rekomendasi Tontonan Seru di V+Short
Ini Tips Memilih Tumbler...
Ini Tips Memilih Tumbler sesuai Kebutuhan, dari Ngopi hingga Traveling
Berita Terkini
Momen Angela Tanoesoedibjo...
Momen Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator Perindo yang Aktif Kawal APBD dan Turun ke Masyarakat
Mengoptimalkan Potensi...
Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan
KPK Tegaskan Tidak Ada...
KPK Tegaskan Tidak Ada Perlakuan Istimewa terhadap Febrie Adriansyah
Pakar Hukum: Kemiskinan...
Pakar Hukum: Kemiskinan Bukan Alasan Pembenaran Lakukan Kejahatan
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Minta Kader Perindo Peka Kondisi Sosial, Singgung Kasus Pencuri Ayam Tewas di Bali
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved