RUU Cipta Kerja Dapat Meningkat Daya Saing Perekonomian

Kamis, 13 Agustus 2020 - 17:00 WIB
loading...
A A A
Subianto mencontohkan investasi salah satu perusahaan besar di Tiongkok peringkat pertama, selanjutnya India dan Indonesia. Padahal, kata Subianto, upah pekerja Tiongkok itu jauh lebih mahal empat kali lipat dari Indonesia.

”Jangan berharap investasi banyak masuk ke Indonesia kalau SDM dan pekerja kita tidak punya skill. Kita lihat sekarang saat ini kondisi pekerja kita, bukan kita tidak memiliki SDM unggul, akan tetapi masih bisa dikatakan minoritas dan jika dibandingkan dengan Tiongkok. Menurut saya, RUU Cipta Kerja adalah jawaban dari segala permasalahan kita saat ini,” terangnya.

Sementara salah seorang perwakilan buruh Sumatera Utara, Cuk Amek Koentjoro, para buruh se-Sumatera utara sudah melakukan aksi penolakan pada 16 Juli lalu. Koentjoro menilai, RUU tersebut tidak melibatkan banyak pihak dan buruh pun merasa kaget dengan secara tiba-tiba telah terbit ribuan lembar draft peraturan terkait RUU Cipta Kerja. (Baca juga: Kritik Menteri Jokowi, Amien Rais: Mereka Seperti di Angkasa Luar)

”Jujur, kami memiliki beberapa pertanyaan yang kami rasa belum terpuaskan oleh siapapun terkait RUU Cipta Kerja ini. Apa kepentingannya dibuat RUU Cipta Kerja? Apakah untuk rakyat? Apakah untuk pekerja dan buruh? Apakah untuk investor? Di sisi lain, kami para pekerja dan buruh berpendapat bahwa ini adalah undang-undang titipan dengan mengorbankan buruh dan pekerja sebagai budak bukan sebagai aset. Buruh sebagai pekerja hanya alat untuk memperkaya pemodal atau investor, tanpa memikirkan nasib para buruh. Padahal kami semua yang menggerakkan bisnis perekonomian para pengusaha tersebut,” tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Denny Indrayana Nilai...
Denny Indrayana Nilai Tak Ada Kegentingan dalam Pengesahan Perppu Ciptaker
Uji Formil Perppu Ciptaker...
Uji Formil Perppu Ciptaker Ditolak, MK Beri Kesempatan Buruh Lanjutkan ke Materil
Mendesak: Revisi UU...
Mendesak: Revisi UU Hak Cipta (2 - Tamat)
Mendesak: Revisi UU...
Mendesak: Revisi UU Hak Cipta (1)
Penataan Regulasi Pasca-Omnibus...
Penataan Regulasi Pasca-Omnibus Law  
Perppu Cipta Kerja Diterbitkan,...
Perppu Cipta Kerja Diterbitkan, Baleg DPR Sebut Keputusan MK Gugur
Buruh Tuntut UU Ciptaker...
Buruh Tuntut UU Ciptaker Dicabut, Tolak Upah Murah Siap Mogok Nasional
Demo Buruh Tuntut Omnibus...
Demo Buruh Tuntut Omnibus Law UU Ciptaker Dicabut hingga Tolak Upah Murah
May Day 2024, Buruh...
May Day 2024, Buruh di Malang: Cabut UU Cipta Kerja dan Hapus Outsourcing
Rekomendasi
Messi Gagal Penalti,...
Messi Gagal Penalti, Argentina Kena Mental dan Tertinggal 0-1 dari Mesir
Euforia Pesta Bola Dunia...
Euforia Pesta Bola Dunia Menular ke Aset Kripto, Trade for Glory 2026 Digelar
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
Berita Terkini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved