alexametrics

Moeldoko Nilai Perbedaan Saat Ini Masih dalam Batas Wajar

loading...
Moeldoko Nilai Perbedaan Saat Ini Masih dalam Batas Wajar
Di sela padatnya KTT Open Government Partnership 2018, Wakil Ketua DPR Fadli Zon ngobrol bareng Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Dinamika politik semakin menghangat. Kali ini datang dari Tbilisi, Georgia. Di sela padatnya agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Open Government Partnership 2018, Wakil Ketua DPR Fadli Zon ‘ngobrol’ bareng Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Mereka terlihat berbincang santai di Restoran Dinehall, Tbilisi, Rabu (18/7/2018) waktu setempat. Meski santai, bahasan obrolan tetap seputar politik dalam negeri.



Konferensi Tingkat Tinggi Open Government Partnership 2018 ini digelar mulai 16-18 Juli 2018. Total ada 96 negara yang hadir. Sembari menikmati suasana Restoran Dinehall, Moeldoko dan Fadli juga disebut membahas situasi politik dalam negeri.

Mereka menggaris bawahi situasi perbedaan pendapat di masyarakat jelang Pemilu 2019. "Sebenarnya, sepanjang masih dalam batas wajar berdemokrasi, situasi ini dipandang sehat. Tidak ada masalah," kata Moeldoko.

"Perbedaan ini indikasi kalau masyarakat berani ambil posisi. Dalam hal ini tentu pandangan politik. Kami yakin hal ini tidak akan menyebabkan terjadinya perpecahan," tambah Moeldoko.

Sebelumnya, pertemuan elite dua kutub politik di pekan ini semakin membuat cair suasana. Isyarat dari skenario besar koalisi demi memenangkan Pilpres 2019 pun kembali mengemuka. Menariknya setiap pertemuan dilakukan dalam suasana hangat dan santai.

Pekan ini banyak terjadi moment menarik dalam perpolitikan nasional. Meski dilakukan pada tempat, waktu, dan momentum berbeda, namun sinyalemen membangun kekuatan bersama terus diupayakan.

Porosnya adalah Gerindra dan PDIP. Mereka terus membangun komunikasi jelang Pilpres 2019. Hingga, mengerucut pertemuan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua PDIP nonaktif Puan Maharani.

Pertemuan Prabowo dan Puan pun menarik perhatian. Apalagi, petemuan pada Selasa (17/7) dilakukan secara ‘diam-diam’. Baru pada pukul 17.20 WIB, diketahui bila Prabowo baru bertemu dengan Puan. Lagi-lagi lokasi pertemuan pun enggan disebutkan.

Meski membenarkan pertemuan itu, tapi Prabowo tidak mau mengungkapan secara detailnya. "Baru saja berjumpa dengan Mbak Puan. Pertemuan persahabatan, kekeluargaan. (Lokasi pertemuan) Ada deh, masak semuanya dikasih tahu," jelas Prabowo.

Meski belum merinci hasil pertemuan tersebut, namun sinyalemen adanya pertemuan lanjutan muncul. Prabowo menegaskan, berbagai potensi masih terbuka. Namun, yang terpenting saat ini adalah tetap baik membangun komunikasi.

"Maunya begitu. Persahabatan ya persahabatan. Kalau nanti seumpama tetap menempuh jalan politik berbeda, kan tidak ada masalah. Bersahabat kan begitu," katanya.

Selang sehari, Partai Golkar pun mengungkap potensi peluang Gerindra merapat ke koalisi Jokowi pada Pilpres 2019. Sebab, Prabowo juga dinilainya membutuhkan koalisi besar dan itu dimiliki Jokowi saat ini.

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menuturkan, ada banyak opsi yang mungkin terjadi di dalam beberapa waktu ke depan. "Ada berbagai kemungkinan. Segala sesuatunya masih sangat terbuka. Koalisi besar ini hanya Jokowi. Jadi segala sesuatunya masih bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan," tutur Ace, kemarin.

Golkar juga membenarkan bila konstelasi politik masih sangat cair. Apalagi, parpol juga melakukan kalkulasi terkait dukungannya kepada figur capres. Belum lagi, Gerindra juga belum menentukan arah kebijakan politiknya.

Gerindra pun masih melakukan lobi-lobi dan pendekatan dengan beberapa parpol untuk membentuk koalisi. "Semua masih sangat mungkin. Parpol sedang berhitung, termasuk mencari cara agar menang," terang Ace lagi.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak