Diduga Banyak Kecurangan, Wakil Ketua TPN Benny Rhamdani: Pemilu 2024 Paling Buruk
Sabtu, 17 Februari 2024 - 10:16 WIB
loading...
Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Benny Rhamdani menyebut pelaksanaan Pemilu 2024 paling buruk usai menemukan banyaknya kecurangan dalam prosesnya. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud , Benny Rhamdani menyebut pelaksanaan Pemilu 2024 paling buruk usai menemukan banyaknya kecurangan dalam prosesnya.
Benny mengungkap salah satu bukti dugaan kuat adanya kecurangan dalam Pilpres 2024 yakni penggelembungan suara yang menguntungkan Paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran.Baca juga: TPN Ganjar-Mahfud Desak KPU Investigasi dan Audit Aplikasi Sirekap
"Jadi kejahatan Pemilu 2024 ini adalah kejahatan terhadap demokrasi yang paling buruk. Kecurangan terjadi di mana-mana, penambahan suara kepada 02," ujar Benny dalam keterangannya, Sabtu (17/2/2024).
"Dugaan kecurangan ini ada kemenangan yang mencapai angka 400 sampai 800, ada juga kertas-kertas yang sebelum dilaksanakan pencoblosan sudah tercoblos luar biasa kecurangan yang dilakukan," sambungnya.
Kemudian, lanjut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Hanura itu, kecurangan pilpres kali ini juga berbentuk intimidasi oleh aparat kepada kepala-kepala desa yang dipaksa untuk mengerahkan warganya memillih Prabowo-Gibran.
"Mereka (kepala desa) dikumpulkan oleh aparat kemudian diintimidasi hanya karena dengan alasan ada kasus-kasus penggunaan dana desa. Kemudian mereka dipaksa untuk mengarahkan masyarakatnya mendukung 02," jelasnya.
Benny mengungkap salah satu bukti dugaan kuat adanya kecurangan dalam Pilpres 2024 yakni penggelembungan suara yang menguntungkan Paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran.Baca juga: TPN Ganjar-Mahfud Desak KPU Investigasi dan Audit Aplikasi Sirekap
"Jadi kejahatan Pemilu 2024 ini adalah kejahatan terhadap demokrasi yang paling buruk. Kecurangan terjadi di mana-mana, penambahan suara kepada 02," ujar Benny dalam keterangannya, Sabtu (17/2/2024).
"Dugaan kecurangan ini ada kemenangan yang mencapai angka 400 sampai 800, ada juga kertas-kertas yang sebelum dilaksanakan pencoblosan sudah tercoblos luar biasa kecurangan yang dilakukan," sambungnya.
Kemudian, lanjut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Hanura itu, kecurangan pilpres kali ini juga berbentuk intimidasi oleh aparat kepada kepala-kepala desa yang dipaksa untuk mengerahkan warganya memillih Prabowo-Gibran.
"Mereka (kepala desa) dikumpulkan oleh aparat kemudian diintimidasi hanya karena dengan alasan ada kasus-kasus penggunaan dana desa. Kemudian mereka dipaksa untuk mengarahkan masyarakatnya mendukung 02," jelasnya.
Lihat Juga :