Masyarakat Diminta Tak Terjebak Spekulasi Dugaan Pemerasan Syahrul Yasin Limpo

Minggu, 08 Oktober 2023 - 20:32 WIB
loading...
Masyarakat Diminta Tak...
Ketua KPK Firli Bahuri berbincang dengan Syahrul Yasin Limpo (saat itu masih menjabat Menteri Pertanian) di GOR Tangki, Jakarta Barat pada Rabu, 2 Maret 2022. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Masyarakat diminta tidak terhanyut dalam spekulasi adanya pemerasan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo . Jangan sampai isu ini menjadi pintu masuk untuk melemahkan lembaga antirasuah tersebut.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif KPK Watch Indonesia, Yusuf Sahide menanggapi spekulasi yang berkembang setelah beredarnya foto pertemuan Ketua KPK Firli Bahuri dan Syahrul Yasin Limpo di GOR bulu tangkis daerah Jakarta Barat. Ia menilai ada beberapa hal yang janggal dalam isu pemerasan tersebut. Pertama, gerak cepat Polda Metro menaikkan laporan pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo ke tahap penyidikan usai penggeledahan rumah dinas Mentan Yasin Limpo.

"Hari Kamis, tanggal 28 September 2023, penyidik KPK menggeledah di rumah dinas Syahrul Yasin Limpo atas dugaan tindak pidana korupsi di Kementerian Pertanian. Ditemukan sejumlah uang Rp30 miliar dan 12 senpi. Berselang beberapa hari, Polda Metro Jaya mengumumkan berdasarkan aduan masyarakat (dumas) tertanggal 12 Agustus 2023 terkait kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di Kementan," kata Yusuf Sahide dalam keterangan tertulis, Minggu (8/10/2023).



Diakui Yusuf, pengumuman kasus pemerasan itu mengagetkan publik. Apalagi kemudian disusul beredarnya foto pertemuan antara Firli Bahuri dan Syahrul Yasin Limpo di GOR Tangki, Jakarta Barat pada Rabu, 2 Maret 2022. Namun Yusuf mengingatkan bahwa pertemuan itu dilakukan di ruang publik yang bisa dilihat banyak orang.

"Saat itu belum ada lidik di Kementan. Berdasarkan nalar dan akal sehat, sangat tidak mungkin seorang pimpinan KPK melakukan cawe-cawe atau pemerasan atas perkara yang sedang dia tangani," katanya.

Yusuf juga mempertanyakan testimoni seseorang bernama Irwan yang disebut sebagai penghubung antara Firli dengan Yasin Limpo. "Ini menjadi tanda tanya besar. Siapa itu Irwan yang memediasi pertemuan itu, dan apa hubungan kerja antara Irwan dengan Firli Bahuri, dan apa hubungannya Irwan dengan Syahrul Yasin Limpo, sehingga bisa menginisiasi pertemuan tersebut," katanya.

Isu dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK akhirnya lebih viral atau sorotan utama masyarakat melampaui tindak pidana korupsi yang sedang ditangani KPK. Karena itu, Yusuf mengimbau masyarakat agar tidak terjebak pada spekulasi, sehingga menjadikan kasus ini pintu masuk untuk melemahkan KPK.

Baca juga: 5 Fakta Baru Foto Firli Bahuri Bertemu SYL, Syahrul Yasin Limpo Diminta Pulang Berulang Kali

"Dan bisa jadi ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk menghancurkan KPK secara kelembagaan dan ada kelompok tertentu yang sengaja memainkan isu untuk pengalihan terkait akan ada putusan MK tentang batas usia capres/awapres," ujarnya.

KPK Watch Indonesia memandang KPK sampai saat ini merupakan institusi yang paling berani melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
Apalagi KPK saat ini tengah mengusut dugaan tindak pidana korupsi di Kementan dan di Kementerian Perhubungan terkaitdugaan tindak pidana kasus suap proyek jalur Kereta Api di wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Sumatera.

"KPK Watch Indonesia mendorong KPK mengusut sampai tuntas kasus tindak pidana korupsi di Kementerian Pertanian dan Kementerian Perhubungan," katanya.

Untuk diketahui, KPK dikabarkan telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka sejumlah kasus dugaan korupsi di Kementan. Ketiganya adalah Mentan Syahrul Yasin Limpo, Sekjen Kementan Kasdi Subagyono, serta Direktur Alat Mesin Pertanian Kementan Muhammad Hatta. "Ya sudah jadi tersangka," kata sumber saat dikonfirmasi soal penetapan tersangka ketiganya, Jumat (29/9/2023).

Sementara itu, Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri menjawab diplomatis saat dikonfirmasi soal penetapan tersangka tersebut. Ali menerangkan pihaknya saat ini masih mengumpulkan alat bukti untuk menguatkan kasus yang sedang disidik. Pengumpulan alat bukti tersebut dilakukan salah satunya lewat proses penggeledahan.

Sementara itu, Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, penanganan dugaan kasus pemerasan berkaitan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah naik statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

"Dari hasil pelaksanaan gelar perkara dimaksud, selanjutnya direkomendasikan untuk dinaikkan status penyelidikan ke tahap penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan," ujarnya, Sabtu (7/10/2023).
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
KPK Ungkap Anak Buah...
KPK Ungkap Anak Buah Silmy Karim Diduga Beli Rumah Pakai Emas
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Hari Ini Noel Divonis...
Hari Ini Noel Divonis terkait Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
8 Pejabat RSUD Cilacap...
8 Pejabat RSUD Cilacap Diperiksa KPK, Telusuri Iuran THR Bupati Syamsul Auliya
KPK Periksa 9 Saksi,...
KPK Periksa 9 Saksi, Telusuri Pemberian Uang ke Bupati Gatut Sunu Wibowo
Rekomendasi
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
Mohamed Salah Cedera,...
Mohamed Salah Cedera, Mesir Deg-degan Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved