Rem Darurat
Sabtu, 12 September 2020 - 09:35 WIB
Layaknya tengah berkendara, rem darurat hakikatnya adalah piranti yang taken for granted dan menjadi otoritas pengendaranya. Tapi meski memiliki kendali penuh, pengggunaannya tak bisa asal injak. Jika rem itu dinjak begitu mendadak dan mengabaikan jarak, bisa jadi aman sebatas dalam pandangan di depan. Namun orang atau pengendara di sekitar dan belakangnya bisa jadi kelabakan. Ini yang juga dalam fikih diatur penggunaan kaidah situasi darurat jangan justru menciptakan dharar atau negative effect for others.
Rem darurat adalah kendali kehidupan. Sah-sah saja kapan perangkat yang awal mula dikenalkan oleh Louis Renault maupun Frederick William Lachester itu akan digunakan. Namun yang pasti, lantaran bersifat darurat, maka sangat mungkin akan ada riak-riak penolakan dan semacamnya. Bagi pengendara, yang penting tetap fokus agar bisa mengendalikan guncangan. (Lihat videonya: Razia masker, Banyak Pengendara Nekat kabur)
Layaknya pengereman darurat dengan dukungan teknologi antilock braking system (ABS), maka seolah akan ada tendangan balik dan kontraksi-kontraksi di pedal. Tapi, tetaplah tenang dan tak perlu risau. Di saat kontraksi itulah, sejatinya kehidupan tengah menuju keseimbangan.
Rem darurat adalah kendali kehidupan. Sah-sah saja kapan perangkat yang awal mula dikenalkan oleh Louis Renault maupun Frederick William Lachester itu akan digunakan. Namun yang pasti, lantaran bersifat darurat, maka sangat mungkin akan ada riak-riak penolakan dan semacamnya. Bagi pengendara, yang penting tetap fokus agar bisa mengendalikan guncangan. (Lihat videonya: Razia masker, Banyak Pengendara Nekat kabur)
Layaknya pengereman darurat dengan dukungan teknologi antilock braking system (ABS), maka seolah akan ada tendangan balik dan kontraksi-kontraksi di pedal. Tapi, tetaplah tenang dan tak perlu risau. Di saat kontraksi itulah, sejatinya kehidupan tengah menuju keseimbangan.
(ysw)
Lihat Juga :