Kemenkes Sebut Gelombang Ketiga Corona Bisa Terjadi

Selasa, 21 September 2021 - 13:46 WIB
loading...
Kemenkes Sebut Gelombang Ketiga Corona Bisa Terjadi
Juru Bicara (Jubir) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengingatkan, agar tetap waspada potensi terjadinya gelombang ketiga pandemi virus Corona (Covid-19). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) Siti Nadia Tarmizi mengingatkan, agar tetap waspada potensi terjadinya gelombang ketiga pandemi virus Corona (Covid-19).

Baca juga: Kemenkes Klaim PPKM, Kombinasi 3T, dan Pengobatan Berhasil Menekan Covid-19

Hal ini bisa terjadi jika mobilitas ataupun aktivitas masyarakat tidak diimbangi dengan protokol kesehatan (prokes).

"Ya, jadi sangat memungkinkan pola yang terjadi bahkan di Amerika dan di Eropa saat ini mereka juga sedang menghadapi gelombang ketiga," kata Nadia dalam keterangannya, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Angka Covid-19 Terus Menurun, Kemenkes Isyaratkan Rem Darurat Berhasil

Selain itu Nadia juga mengatakan, di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura pun masih terjadi kenaikan kasus Covid-19. Bahkan, di dua negara tersebut belum menyelesaikan gelombang kedua Corona.

"Kemudian Malaysia, Singapura juga sebenarnya belum menyelesaikan gelombang keduanya. Jadi, sebenarnya kita lebih dulu untuk menyelesaikan gelombang kedua, untuk kemudian menurunkan laju penularan kedua. Nah, artinya (gelombang ketiga) sangat memungkinkan ya," jelas Nadia.

"Apalagi tadi ya, di negara-negara kita-kita ini masih sangat tinggi kasusnya. Nah itu sangat berpotensi untuk kemudian bisa berkontribusi pada peningkatan kasus di Indonesia. Karena kita tahu ya, sudah dekat sekali seperti Malaysia dan Singapura itu," tambahnya.

Oleh karenanya Nadia mengingatkan, agar prokes dilaksanakan dengan disiplin sejalan dengan aktivitas masyarakat yang mulai dibuka.

"Tapi kembali lagi kita harus ingat bahwa selain protokol kesehatan tetap kita laksanakan, ditambah tadi penggunaan aplikasi teknologi Pedulilindungi, kemudian upaya untuk mendorong testing yang lebih masif juga harus dijalankan walaupun kita tahu kasusnya sudah sangat menurun," tutupnya.
(maf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1153 seconds (10.101#12.26)