Politik

Istana anggap petisi protes terhadap SBY dinamika demokrasi

Istana anggap petisi protes terhadap SBY dinamika demokrasi
Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah (www.presidenri.go.id)

Sindonews.com - Menurut Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, sejumlah protes dan kritik terkait penghargaan World Statesman 2013 yang akan diberikan The Appeal of Conscience Foundation (ACF) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah bagian dari dinamika demokrasi di Indonesia.

"Itu kan bagian dari dinamika demokrasi kita ya," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Dia menambahkan bahwa protes tersebut sebagai suatu proses penyampaian ekspresi secara lebih luas. "Itu bagian dr satu proses demokrasi ya yang tidak bisa kita, justru sesuatu yang harus kita, sesuatu yang kita lihat sebagai satu proses penyampaian ekspresi secara lebih luas ya, dalam jaman sekarang siapapun bisa menyampaikan kritikan, saran, ataupun apapun itu ya," katanya.

Sebelumnya, protes terhadap rencana pemberian penghargaan World Statesman 2013 dari ACF kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus disuarakan. Kali ini, petisi online digalang seorang anak kyai NU bernama Imam Shofwan.

Petisi ini meminta ACF untuk menunda pemberian penghargaan World Statesman 2013 kepada Presiden SBY, melalui petisi www.change.org/natoSBY.

Dalam suratnya, Imam mengajak netizen untuk menyimak surat protes yang ditulis oleh Profesor Franz Magnis Suseno kepada ACF. Dalam surat tersebut, Magnis mempertanyakan dasar penilaian dari penghargaan yang merujuk pada prestasi SBY dalam bidang toleransi beragama.

“Ini sangat memalukan, memalukan untuk Anda. Hal ini mendiskreditkan segala klaim yang Anda buat sebagai sebuah institusi dengan niat-niat moral” tutur Magnis dalam suratnya, Jumat (17/5/2013).


(kri)

views: 2.196x

 

shadow