Stabilitas Keamanan dan Politik Jelang Pemilu 2024

Selasa, 18 Oktober 2022 - 14:02 WIB
loading...
A A A
Namun, harus diakui bahwa ada keraguan dan rasa kurang percaya dari publik, yakni apakah institusi keamanan bisa betul-betul tidak memiliki agenda politik jika melihat dinamika yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir. Apalagi pada kenyataannya apa yang menjadi concern publik, yakni agar institusi keamanan tidak memiliki agenda politik pada 2024, sulit dicegah.

Bahkan, jika pun konsolidasi dan soliditas di internal institusi keamanan benar-benar isa terbangun jelang Pemilu 2024, tantangan masih menghadang. Situasi politik jelang Pemilu 2024 berhimpitan dengan kemungkinan ancaman krisis global yang menghantui sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Oleh karena itu, tantangan bagi Jokow-Ma'ruf pada sisa dua tahun pemerintahannya adalah bagaimana memastikan agenda politik lima tahunan dapat berjalan dengan baik. Ada empat hal yang harus diperhatikan agar agenda politik lima tahunan dapat menjadi warisan politik yang baik bagi periode kedua Jokowi.

Pertama, mengupayakan konsolidasi dan soliditas internal institusi keamanan sebelum 2023. Setalah Polri, upaya konsolidasi dan penguatan soliditas internal juga perlu dilakukan pada TNI. Momentum yang baik adalah saat Panglima TNI yang baru mulai menjabat nanti. Upaya konsolidasi bisa dilakukan seperti saat pimpinan Polri dari semua tingkatan dipanggil ke Istana Negara atau dengan pola atau cara yang lain.

Kedua, melakukan konsolidasi secara simultan dan terukur pada institusi keamanan, baik TNI maupun Polri serta unsur Badan Intelijen Negara (BIN). Masing-masing lembaga perlu menyiapkan personel dan strukturnya dalam mengawal serta memastikan agenda politik berjalan dengan baik, tanpa intervensi dan juga manuver politik oleh institusi keamanan, baik secara kelembagaan maupun orang per orang.

Bisa saja caranya dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bersama ataupun masing-masing menguatkan pengamanan terhadap agenda politik bangsa pada 2024. Jika mengacu pada pengaman Pemilu 2019, hal itu relatif berhasil dilakukan dan berjalan dengan baik.

Ketiga, mengupayakan komunikasi politik yang intensif dengan sejumlah pimpinan partai politik, khususnya berkaitan dengan pembentukan koalisi capres dan cawapres. Perlu diingatkan bahwa elite politik harus mengacu pada hakikat politik dalam uoaya penguatan keindonesiaan.

Ini dalam pengertian bahwa kesinambungan pembangunan sebagaimana yang telah dilakukan dapat menjadi rujukan dan acuan bagi partai-partai politik dalam melakukan rencana koalisi dan pemberian dukungan untuk capres dan cawapres tertentu.

Keempat, perlu disiapkan juga langkah yang lebih terukur terkait dengan potensi krisis global yang bisa berdampak pada Indonesia, meski secara kalkulasi ekonomi dan pondasi politik, Indonesia satu dari belasan negara yang kemungkinan bebas dari efek negatif krisis tersebut.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Cerita Perjalanan Revisi...
Cerita Perjalanan Revisi UU Polri, Kapolri Singgung Aksi Demo Agustus Kelam
Sahroni: Dengan UU Polri...
Sahroni: Dengan UU Polri Baru, Transparansi Penegakan Hukum Akan Lebih Meningkat
22 Pati dan Pamen Dimutasi...
22 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Polda Luar Jawa, Ada Irjen Pol hingga AKBP
Profil Brigjen Pol Arif...
Profil Brigjen Pol Arif Budiman, Kapolda Maluku Utara Lulusan Akpol 1994
Profil Brigjen Pol Nasri,...
Profil Brigjen Pol Nasri, Teman Seangkatan Kapolri Diangkat Menjadi Kapolda Sulteng
Rekomendasi
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Berita Terkini
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved