Ancaman Resesi Global dan Respons Kebijakan

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 11:26 WIB
loading...
Ancaman Resesi Global...
Ryan Kiryanto. FOTO/DOK KORAN SINDO
A A A
Ryan Kiryanto
Ekonom dan Co-Founder & Dewan Pakar Institute of Social, Economic and Digital (ISED)

Sampai saat ini gambaran umum perekonomian global cenderung melemah. Hambatan pertumbuhan ekonomi global diperkirakan meningkat pada kuartal-kuartal mendatang.Indikator utama tampak dari menurunnya indeks manajer pembelian global (Global Purchasing Manager Index/PMI) dan mendekati area kontraksi karena level PMI berada di bawah ambang batas 50.

Beberapa lembaga dunia memperkirakan “resesi ringan” terjadi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa pada akhir 2022 hingga awal 2023.Resesi AS disebabkan oleh pengetatan kebijakan moneter yang agresif sebagai respon atas kenaikan inflasi yang di luar perkiraan. Sementara resesi di Eropa terpengaruh oleh lonjakan harga energi dan pangan yang ekstrim pasca agresi militer Rusia ke Ukraina pada Februari lalu.

China, negara dengan besaran ekonomi kedua terbesar di dunia setelah AS, mungkin lolos dari resesi, tetapi akan mengalami pertumbuhan yang lemah pada tahun ini karena langkah penguncian(lockdown)berulang kali, koreksi sektor perumahan dan melemahnya pertumbuhan eksternal. Pada 2023, perekonomian negara ini diprediksi membaik seiring terurainya gangguan rantai pasokan global dan melandainya pandemi Covid-19.

Perlambatan ekonomi AS diyakini sedang berproses sebagai “efek samping” dari respons kebijakan bank sentral, The Fed, yangsecara agresif menaikkan suku bunga acuan (FedFund Rate/FFR) ke level 3,00%-3,25%. Langkah agresif iniprediksi berlanjuthingga FFR menyentuh level4,00%-4,25% untuk melandaikan inflasi tahunan yang menyentuh 9,1% (Juni 2022)dan 8,3% (Agustus 2022). PDB riil tahunan AS di 2022 diperkirakan tumbuh 1,4%; sedangkan di 2023 diperkirakan melambat menjadi 0,3%.

Di Eropa, perkiraan pertumbuhan PDB untuk 2022 sebesar 3,2% dan di 2023 sebesar 0,2%. Pemburukanoutlookperekonomian zona Eropa lantaran terpapar efek perang di Ukraina di mana pasokan energi (terutama gas) ke negara-negara Eropa dihentikan Rusia sebagai aksi balasan atas embargo Eropa.

Jerman, salah satu motor perekonomian Eropa, diliputi oleh sentimen bisnis dan konsumen yang menurun.Lembaga risetLeibniz Institute for Economic Researchmemproyeksi ekonomi Jerman hanya tumbuh 1,4%pada tahun ini. Namun, Jerman berpotensi kontraksi 0,4%pada 2023 dan kembali tumbuh 1,9%pada 2024.

Sebagai konsumen gas terbesar di Eropa, Jerman sangat terpukul dengan gangguan pasokan gas yang memperlemah ekonominya.Sejak Januari hingga September 2022 harga energi naik38,3%. Lalu, harga pangan naik 18,7%;harga jasa naik 3,8% dan hargabarang industri non-energi naik 5%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Seskab Teddy Ungkap...
Seskab Teddy Ungkap Fenomena Inflasi Pengamat: Ada Pengamat Beras, tapi Background-nya Bukan di Situ
Inflasi Kota Semarang...
Inflasi Kota Semarang Maret 2026 Terkendali di Tengah Tekanan Idul Fitri
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Rekomendasi
Tingkatkan Efektivitas...
Tingkatkan Efektivitas Layanan, Halodoc Andalkan AI untuk Dukung Dokter dan Pasien
Diduga Jadi Target Berikutnya,...
Diduga Jadi Target Berikutnya, Mas Den Akui Hidup dalam Ketakutan setelah Kehilangan Keluarga!
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
Berita Terkini
TNI Buka Suara soal...
TNI Buka Suara soal Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Tegaskan Atas Permintaan Kejaksaan
Jelang Muktamar NU ke-35,...
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Sidang Dokter Tifa Kembali...
Sidang Dokter Tifa Kembali Digelar Hari Ini, Akankah Jokowi Datang?
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Sekjen Demokrat Buka...
Sekjen Demokrat Buka Suara soal Isu Capres Minimal Diusung 3 Partai: Belum Pernah Dibahas
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved