Stagflasi Menghantui

Rabu, 20 Juli 2022 - 18:24 WIB
loading...
A A A
Eskalasi ketegangan geopolitik yang diikuti dengan pengenaan sanksi pelbagai negara terhadap Rusia, telah berdampak pada defisit transaksi perdagangan, pergerakan harga komoditas dan turbulensi pasar keuangan global. Negara-negara yang kurang memiliki basis sumberdaya alam/mineral yang kuat dan tingkat ketergantungan impor pangan dunia yang tinggi akan makin kelimpungan. David Malpass, Presiden Bank Dunia (4/3/2022) pun “angkat tangan”, invasi Rusia ke Ukraina memantik perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Maka, dampak terburuk stagflasi adalah berkurangya lapangan kerja formal, berkonsekuensi tingkat pengangguran yang tinggi. Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) oleh BPS (Maret 2022) mencatat, jumlah pekerja yang terserap di sektor informal meningkat dibandingkan dengan kondisi pra-pandemi.

Pada Agustus 2019, pekerja informal 55,72% dari total angkatan kerja (70,49 juta orang), sedangkan pada Agustus 2021, meningkat ke 59,45% (77,91 juta orang. Tingginya angka pekerja informal itu mengirim sinyal, begitu banyaknya angkatan kerja yang bekerja mandiri, seperti, pekerja kaki lima (PKL), buruh bangunan, buruh tani, buruh nelayan, asisten rumah tangga, dan lainnya. Pekerja-pekerja informal ini adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Mereka perlu pendampingan, pelatihan, dan advokasi.

Eskalasi ketidakpastian ini diperkirakan akan berlangsung lama. Terdongkraknya penerimana negara dari devisa ekspor batubara, sawit, nikel, dan lainnya, yang harganya naik signifikan akibat gejolak geopolitik, seyogianya windfall income tersebut-- diperkirakan oleh pemerintah mencapai Rp420 triliun per 30 Juni 2022, diarahkan pada program-program nyata pada pemberdayaan yang tepat sasaran, termasuk pengadaan dan perbaikan jaringan infrastruktur internet untuk mendukung kualitas pendidikan dan aksesibilitas masyarakat rentan.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Power Asymmetry: Ancaman...
Power Asymmetry: Ancaman Tersembunyi bagi Iklim Investasi Nasional
Kesiapan Karakter Pemuda...
Kesiapan Karakter Pemuda Ketika Dunia Bergolak
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Rekomendasi
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved