Stagflasi Menghantui

Rabu, 20 Juli 2022 - 18:24 WIB
loading...
A A A
Fenomena ini tentu agak berbeda saat kontraksi ekonomi pada masa pandemi Covid-19 (2020 dan 2021) lalu, yaitu pertumbuhan rendah atau minus, diiringi pengangguran tinggi serta konsumsi rumah tangga melemah, sehingga berdampak pada laju inflasi bergerak rendah.

Namun, sejak invasi Rusia ke Ukraina, otomatis rantai pasokan terganggu, sehingga cost-push inflation makin nyata. Asumsi makro harga minyak US$63 per barel yang dipatok APBN 2022, telah mendorong terkereknya harga minyak dunia menjadi di atas USD100 per barrel. Indonesia merupakan net importir minyak mentah, di mana produksinya hanya 700.000 barel bph. Sementara, konsumsinya 1,4 juta bph hingga 1,5 juta bph.

Demikian pula pada gas. Pada 2021, Indonesia mengimpor gas dari AS sebesar 3,78 juta ton. Angka tersebut porsinya 58,93% dari total impor gas nasional. Padahal, Indonesia memiliki sumber daya energi yang bisa menjadi bahan bakar alternatif pengganti LPG, seperti batu bara, yang dilakukan proses gasifikasi menjadi Dimethyl Ether (DME) dan gas alam yang melimpah di Tanah Air. Tentu, jika kondisi itu terus berlangsung memicu defisit minyak dan gas untuk selalu mengandalkan impor.

Di sisi pengeluaran, memberikan tekanan pada APBN 2022. Dengan target defisit APBN 4,85%, alokasi anggaran subsidi energi Rp134,02 triliun, terdiri dari subsidi jenis BBM tertentu dan LPG 3 kg sebesar Rp77,54 triliun serta subsidi listrik Rp56,47 triliun.

Meroketnya harga minyak dan gas ini akan terus memantik kenaikan harga pada bulan-bulan berikutnya. Mengonfirmasi riset Maybank dalam IHK (Indeks Harga Konsumen), bobot energi menyumbang 10–18%: Indonesia (17,5%), Filipina (14,8#), Malaysia (13,7%), dan Thailand (12%).

Merujuk data S&P Global Commodity Insights (2/2), Rusia melarang ekspor amonium nitrat (AN), bahan dasar pembuatan pupuk. Tentu, ini bakal memantik kenaikan harga pupuk. Sebanyak 15,75% pupuk impor Indonesia berasal dari Rusia. Jika hambatan amonium nitrat dan pupuk di Rusia berlangsung lama, harga pupuk subsidi akan melangit, memengaruhi biaya pertanian. Dampaknya, Nilai Tukar Petani (NTP) kembali terperosok.

Di lain sisi, konferensi Food & Agriculture Organization (FAO) di Roma, Italia, pada 10 - 11 Maret 2022, juga mengestimasi skenario jangka pendek (2022-2023), harga pangan dan pakan internasional akan meningkat 8-22%. Harga gandum naik 21,5%, jagung naik 19,5%, biji-bijian, terutama bunga matahari naik 17,9% dan berakibat naiknya minyak nabati lain sebagai substitusi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Power Asymmetry: Ancaman...
Power Asymmetry: Ancaman Tersembunyi bagi Iklim Investasi Nasional
Kesiapan Karakter Pemuda...
Kesiapan Karakter Pemuda Ketika Dunia Bergolak
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
Rekomendasi
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Berita Terkini
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved