alexametrics

Teknopreneur, Peluang Usaha di Tengah Pandemi Covid-19

loading...
Teknopreneur, Peluang Usaha di Tengah Pandemi Covid-19
Teknopreneur, Peluang Usaha di Tengah Pandemi Covid-19
A+ A-
JAKARTA - “Anda yang membangun bangsa ini, siapa lagi?”. Pesan BJ Habibie tersebut membuka webminar Inotek Foundation bertajuk “SeribuTeknopreneur, Seribu Pekerjaan” pada Kamis (25/6/2020).

Pengembangan teknologi industri di Indonesia yang menjadi mimpi almarhum BJ Habibie diungkapkan Sandiaga Uno harus terus diperjuangkan. Terlebih, peluang usaha atas kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan telah terjalin sejak tahun lalu. (Baca juga: Dampak Covid-19, Din Syamsuddin: Akan Ada 12 Juta Pengangguran Baru)

Lewat kerja sama tersebut, Sandi-sapaan Sandiaga Uno-berharap teknologi clean energy atau energi terbarukan dapat dikembangkan di Indonesia. Sehingga dapat memacu geliat teknopreneur dan industri otomotif nasional ke depannya. "Seperti diketahui, industri otomotif dapat merangkul banyak UMKM dan talenta-talenta muda Indonesia. Saya berharap ke depannya tidak hanya akan mendorong clean energy, tetapi juga mendorong industri otomotif ramah energi," ungkapnya.

Dia juga mengutip pesan mendalam yang disampaikan BJ Habibie, yakni Indonesia memiliki akses energi baru dan terbarukan yang luar biasa. Oleh karena itu, Indonesia harus bisa menambah jam kerja produktif walau di tengah pandemi.



"Semoga ke depannya terjalin hubungan yang baik antara Korea dan Indonesia, sehingga tercipta peluang dan lapangan pekerjaan yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan UMKM di Indonesia," jelas Sandi.

Target Teknopreneur
Guna memuluskan harapan, Sandi mengungkapkan terdapat dua target yang harus dicapai para teknopreneur, antara lain bekerja dengan kaum milenial. Sebab, sekitar 50% lebih industri di Indonesia kini didukung oleh mereka yang berusia di bawah 35 tahun. "Milenial akan menjadi fokus utama teknopreneur," ungkap Sandi.



Target selanjutnya adalah bekerja dengan kaum perempuan. Sebab berdasarkan kajian, kaum perempuan memberikan dorongan penciptaan lapangan ekonomi di akar rumput. Sehingga, inovasi tepat guna harus dikembangkan dan diterapkan dalam pengembangan UMKM. "Kita akan fokus di area di luar urban, karena Covid-19 ini memicu peningkatan penggunaan teknologi dan kaum perempuan kuncinya," ungkap Sandi.

Investasi di Indonesia
Dalam kesempatan tersebut CEO Hyundai Motor Asia Pasific Head Quarter Lee Kang Hyun menyampaikan, Presiden Republik Indonesia ketiga BJ Habibie merupakan idola bangsa Indonesia dan rakyat Korea Selatan, termasuk dirinya.

BJ Habibie, menurutnya bukan hanya seorang sosok negarawan dan penemu, tetapi juga menjadi simbol inovator bagi dunia. "Kami mempelajari beliau sebagai simbol inovator, kami bisa mengikuti arahan dan kata-kata beliau hingga seperti sekarang ini," ungkap Lee Kang Hyun dalam webminar.

Oleh karena itu, dirinya mewakili Hyundai Motor Asia Pasific Head Quarter siap berinvestasi di Indonesia. Sejumlah teknologi yang dikembangkan di Korea Selatan, katanya, akan diadopsi di Indonesia untuk kemajuan bersama. "Teknologi yang dikembangkan di Korea akan dialihkan ke Indonesia, kami siap berinvestasi," ungkapnya.

Dia juga mengulas tentang imbas pandemi virus corona atau Covid-19 terhadap perusahaan. Menurut dia, walau banyak perusahaan mengalami resesi hingga terpaksa melakukan efisiensi, Hyundai Motor Asia Pasific Head Quarter justru sebaliknya. "Beberapa waktu lalu ada pertanyaan, Hyundai ada PHK nggak? Saya jawab, malah kita rekrut karyawan baru. Kami berharap lewat kerja sama yang terjalin bisa terus going further di tengah pandemi," ujarnya.

Belajar dari Korea
Putra BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie menyampaikan, Indonesia harus belajar dari Korea Selatan dalam hal pengembangan teknologi. Alasannya karena Korea Selatan merupakan negara yang memiliki tingkat Pendapatan Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia.

Selain itu, sebesar 4% dari PDB diinvestasikan pada penelitian. "Itu (PDB tertinggi di dunia) karena bangsa Korea berinvestasi (penelitian dan teknologi), tanpa kenal lelah mencapai tujuan, walau ada kegagalan. Korea adalah salah satu contoh negara yang maju dari teknologi, Indonesia bisa belajar dari Korea," ungkapnya.

Berbekal komitmen yang disampaikan Hyundai Motor Asia Pasific Head Quarter, Ilham Habibie menyampaikan apresiasi. Dia berharap agar ke depannya Pemerintah Korea Selatan dan Indonesia dapat menjadi mitra kerja dalam pengembangan teknologi. "Saya thumbs up (acungkan jempol), semoga Korea dapat menjadi mitra kerja dengan Indonesia dan mengembangkan industri teknologi di Indonesia," tutupnya.
(nbs)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak