Moderasi Beragama Lintas Agama Kunci Meredam Ideologi Ekstrem
Kamis, 08 Mei 2025 - 01:00 WIB
loading...
Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Philip Kuntjoro Widjaja bersama Menag Nasaruddin Umar. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Philip Kuntjoro Widjaja menegaskan pentingnya moderasi beragama lintas agama sebagai langkah strategis dalam meredam ideologi ekstrem. Selain itu, juga cara tepat mewujudkan perdamaian.
Hal ini disampaikan Philip Kuntjoro menyambut Hari Raya Waisak 2025 yang jatuh pada Senin, 12 Mei 2025. "Kebijaksanaan untuk perdamaian adalah konsep yang menekankan pentingnya pemahaman, toleransi, dan introspeksi dalam menciptakan harmoni sosial," kata Philip di Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Menurutnya, kebijaksanaan melatih individu untuk menghadapi perbedaan dengan sikap terbuka, menghindari konflik, dan membangun hubungan berdasarkan penghormatan dan empati. Pendekatan ini mengajarkan bahwa perdamaian bukan hanya soal menghindari konflik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk hidup berdampingan dalam saling menghormati.
Tema Hari Raya Waisak 2025, 'Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia', menurut Philip, memiliki makna yang sangat mendalam secara spiritual dan sosial. Ia menggambarkan pengendalian diri seperti seni mengemudi yang membutuhkan keseimbangan antara mempercepat, mengerem, dan menyesuaikan diri dengan kondisi jalanan.
Hal ini disampaikan Philip Kuntjoro menyambut Hari Raya Waisak 2025 yang jatuh pada Senin, 12 Mei 2025. "Kebijaksanaan untuk perdamaian adalah konsep yang menekankan pentingnya pemahaman, toleransi, dan introspeksi dalam menciptakan harmoni sosial," kata Philip di Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Menurutnya, kebijaksanaan melatih individu untuk menghadapi perbedaan dengan sikap terbuka, menghindari konflik, dan membangun hubungan berdasarkan penghormatan dan empati. Pendekatan ini mengajarkan bahwa perdamaian bukan hanya soal menghindari konflik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk hidup berdampingan dalam saling menghormati.
Tema Hari Raya Waisak 2025, 'Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia', menurut Philip, memiliki makna yang sangat mendalam secara spiritual dan sosial. Ia menggambarkan pengendalian diri seperti seni mengemudi yang membutuhkan keseimbangan antara mempercepat, mengerem, dan menyesuaikan diri dengan kondisi jalanan.
Lihat Juga :