ITB-AD Jadikan Kampus Berbasis Digital dan Socio Technopreneur

Senin, 16 September 2019 - 14:13 WIB
ITB-AD Jadikan Kampus...
ITB-AD Jadikan Kampus Berbasis Digital dan Socio Technopreneur
A A A
JAKARTA - Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Dr Mukhaer Pakkanna mengatakan, pihaknya siap kembangkan digital campus millennials dan menjadi socio technopreneur university.

Hal ini disampaikan Mukhaer Pakkanna saat sambutan pada perkulihan perdana ITB-AD Tahun Akademik 2019/2020 di Auditorium Syafruddin Prawiranegara, Gedung ITB-AD Kampus Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu 14 September 2019.
ITB-AD Jadikan Kampus Berbasis Digital dan Socio Technopreneur

Tema yang diusung pada kegiatan perkuliahan perdana yakni 'Enterpreneur Sebagai Pahlawan Pembangunan'. Mukhaer mengatakan, tema ini relevan dengan isu setelah menjadi ITB-AD yang sebelumnya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIEAD) yaitu menjadi socio technopreneur university.

Socio technopreneur yang dimaksudkan Mukhaer adalah entrepreneur berbasis teknologi yang berjiwa sosial, saling membantu, saling bekerja sama, saling silaturahim dan kaya akan soft skill.

"Harapan ke depan adalah bagaimana energi berkembang menjadi socio technopreneur university ini, mampu membawa kita menjadi kampus yang melahirkan para technopreneur yang berjiwa sosial," kata Mukhaer, Senin (16/9/2019).
Lebih lanjut Mukhaer menjelaskan, kampus ini akan melahirkan jiwa-jiwa enterpreneur, spirit mandiri, merdeka, inovatif serta tidak cengeng, tidak mengeluh, berorientasi ke depan, tidak mencaci, mencerahkan, senantiasa memberi cahaya.
"Arah kita ke depan menjadi entrepreneur yang mencerahkan, tidak selalu menyumpahi ke gelapan," tegasnya.

Selanjutnya, Mukhaer mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan suasana digital campus millennials. Selain itu, Gedung ITB-AD Kampus Karawaci akan dikembangkan menjadi delapan lantai menuju digital campus millennials.

"Mahasiswa baru akan distimulasi digital campus, dengan dikenalkan Artificial Intelligence (AI) di kesan pertama. Selain itu, digitalisasi dikembangkan untuk menunjang riset pengabdian masyarakat dan proses akademik lainnya," terangnya.
(maf)
Berita Terkait
Masyarakat harus Terlibat...
Masyarakat harus Terlibat secara Nyata dalam Pemberdayaan
Kolaborasi Stroberi...
Kolaborasi Stroberi Accessories dan NYATA Foundation Dukung Pendidikan di Pedalaman
PetroChina Luncurkan...
PetroChina Luncurkan Cafe Literasi Dorong Pendidikan Inklusif
Rustini Muhaimin di...
Rustini Muhaimin di MI Yatsahi Bogor: Pendidikan adalah Pemberdayaan Terbesar
Tingkatkan Pemberdayaan...
Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program FKS Inspire untuk Pendidikan
Setelah Jakarta dan...
Setelah Jakarta dan Surabaya, Program Lingkungan MAPAN Diluncurkan di Karawang
Berita Terkini
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved