PDIP Ogah Koalisi, Demokrat Bandingkan SBY dengan Megawati dan Jokowi
Senin, 27 Juni 2022 - 07:30 WIB
loading...
Partai Demokrat menilai pemerintahan PDIP belum mampu mengimbangi apa yang telah dilakukan Demokrat selama 10 tahun SBY memerintah. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan partainya enggan berkoalisi dengan Partai Demokrat dan PKS karena faktor ideologi. Sebagai balasan, Demokrat membandingkan bagaimana pemerintahan saat dipimpin PDIP dan Demokrat.
"Kami sangat menghargai, setiap parpol punya prioritas dan platform berbeda ketika memegang pemerintahan. Rakyat pernah merasakan pemerintahan era Bu Megawati, Pak SBY, dan Pak Jokowi saat ini," ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangan yang dikutip Senin (27/6/2022).
Koordinator Jubir DPP Partai Demokrat ini pun memaparkan, pada era Demokrat atau SBY yang memimpin pada 2004-2014, prioritas pemerintah jelas yakni membela rakyat kecil, memperjuangkan hak-hak dan aspirasi rakyat. Rakyat tidak perlu antre minyak goreng, harga sembako juga terjangkau dan stabil, tidak naik drastis seperti situasi yang rakyat hadapi enam bulan ini.
"Kemiskinan turun drastis, penduduk miskin berkurang hampir 9 juta. Pemerintahan SBY diwarisi 36 jutaan penduduk miskin dari Presiden Megawati. Setelah sepuluh tahun memimpin, SBY mewariskan tinggal 27 jutaan penduduk miskin ke pemerintahan Jokowi. Ada pengurangan sangat signifikan," beber Herzaky.
Baca juga: Andi Arief: Kalau PDIP Jatuh Terkilir, Demokrat Tetap Ajak Koalisi
Sedangkan, Herzaky melanjutkan, dalam 5 tahun Jokowi memimpin, angka kemiskinan berkisar 24-26 juta atau hampir tidak ada pengurangan dari era SBY. Bahkan, setelah pandemi, di periode kedua, sempat naik lagi ke angka 28 juta, dan sekarang 26 juta.
"Kami sangat menghargai, setiap parpol punya prioritas dan platform berbeda ketika memegang pemerintahan. Rakyat pernah merasakan pemerintahan era Bu Megawati, Pak SBY, dan Pak Jokowi saat ini," ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangan yang dikutip Senin (27/6/2022).
Koordinator Jubir DPP Partai Demokrat ini pun memaparkan, pada era Demokrat atau SBY yang memimpin pada 2004-2014, prioritas pemerintah jelas yakni membela rakyat kecil, memperjuangkan hak-hak dan aspirasi rakyat. Rakyat tidak perlu antre minyak goreng, harga sembako juga terjangkau dan stabil, tidak naik drastis seperti situasi yang rakyat hadapi enam bulan ini.
"Kemiskinan turun drastis, penduduk miskin berkurang hampir 9 juta. Pemerintahan SBY diwarisi 36 jutaan penduduk miskin dari Presiden Megawati. Setelah sepuluh tahun memimpin, SBY mewariskan tinggal 27 jutaan penduduk miskin ke pemerintahan Jokowi. Ada pengurangan sangat signifikan," beber Herzaky.
Baca juga: Andi Arief: Kalau PDIP Jatuh Terkilir, Demokrat Tetap Ajak Koalisi
Sedangkan, Herzaky melanjutkan, dalam 5 tahun Jokowi memimpin, angka kemiskinan berkisar 24-26 juta atau hampir tidak ada pengurangan dari era SBY. Bahkan, setelah pandemi, di periode kedua, sempat naik lagi ke angka 28 juta, dan sekarang 26 juta.
Lihat Juga :