Zona Larangan Terbang Tidak Diterapkan, Kapan Perang Rusia vs Ukraina Berakhir?

Kamis, 10 Maret 2022 - 18:00 WIB
loading...
A A A
John Mearsheimer, seorang ilmuwan politik dan hubungan internasional Amerika Serikat, pada 2014 berpendapat melalui artikelnya yang berjudul Why the Ukraine Crisis Is the West's Fault, bahwa krisis yang terjadi di Ukraina merupakan kesalahan pihak Barat yang tidak mendengar keinginan Rusia untuk tidak memperluas pengaruh NATO ke wilayah bekas Uni Soviet. Dalam hal ini tampaknya Ukraina tidak memiliki kebebasan untuk menentukan arah politiknya karena posisi geografis di antara pihak Barat dan Rusia.

Ukraina sendiri telah mengalami transisi perubahan haluan kebijakan politik berdasar pada pemimpinnya, baik pro-Rusia maupun pro-Barat. Menariknya, rakyat Ukraina memang lebih condong ke Barat daripada Rusia mengingat kondisi ekonomi yang ditawarkan oleh pihak Barat lebih menguntungkan daripada Rusia. Walaupun hanya berdasarkan satu aspek, bentuk kerja sama yang ditawarkan oleh UE dengan Ukraina cukup menjanjikan, seperti the Partnership and Cooperation Agreement pada 1994, lalu pada tahun 2004 Ukraina masuk dalam the European Neighborhood Program dan the Eastern Partnership pada tahun 2009, dan pada tahun 2014, The Association Agreement.



Solusi yang ditawarkan, masih dari Mearsheimer, adalah dengan tidak memprovokasi Rusia dengan tawaran-tawaran yang diberikan oleh Barat terhadap Ukraina, namun dengan menjadikan Ukraina sebagai buffer zone yang netral tidak memihak Barat maupun Rusia, layaknya posisi Austria pada saat perang dingin, sembari pihak Barat memperbaiki hubungannya dengan Rusia. Namun, dengan perang yang masih berkecamuk hingga saat ini dan memakan ribuan korban jiwa, apakah rakyat Ukraina bersedia untuk tidak semakin beralih ke pihak Barat?
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved