Mahalnya Harga Stabilitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB
loading...
Mahalnya Harga Stabilitas
Direktur Eksekutif Sigmaphi Indonesia/Analis Ekonomi Megawati Institute. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Muhammad Islam
Direktur Eksekutif Sigmaphi Indonesia
Analis Ekonomi Megawati Institute

"Only when the tide goes out do you discover who's been swimming naked."
— Warren Buffett

SETIAP kali gejolak ekonomi muncul, pertanyaan yang hampir selalu mengemuka adalah: apakah Indonesia sedang menuju krisis? Rupiah melemah, pasar saham terkoreksi, suku bunga naik, dan kekhawatiran pun bermunculan. Pertanyaan tersebut tentu tidak salah. Namun, ada pertanyaan lain yang jauh lebih penting: mengapa biaya yang harus dibayar untuk menjaga stabilitas ekonomi terasa semakin mahal?

Dunia memang sedang berada dalam situasi yang tidak mudah. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, suku bunga global yang masih tinggi, dan fragmentasi perdagangan internasional telah menciptakan ketidakpastian yang besar. Bagi negara berkembang seperti Indonesia, kondisi tersebut dengan cepat diterjemahkan menjadi tekanan terhadap nilai tukar, arus modal keluar, dan biaya pendanaan yang meningkat.

Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia memperlihatkan bahwa rupiah sempat menyentuh level sekitar Rp17.883 per dolar AS pada Mei 2026 bahkan mencapai Rp18.171 per dolar AS pada Juni 2026, dan menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia tahun ini. Pada saat yang sama, Bank Indonesia harus menaikkan suku bunga acuan secara agresif dari 4,75% pada April menjadi 5,25% pada Mei, lalu kembali menjadi 5,50% pada Juni dan 5,75% pada pertengahan Juni.

Beberapa kejadian tersebut menunjukkan bahwa stabilitas masih dapat dijaga. Namun, stabilitas itu tidak datang tanpa biaya.

Cadangan devisa memberikan gambaran lainnya. Pada akhir Desember 2025, cadangan devisa Indonesia mencapai 156,5 miliar dolar AS. Pada Januari 2026 posisinya menjadi 154,6 miliar dolar AS, kemudian turun menjadi 148,2 miliar dolar AS pada Maret, 146,2 miliar dolar AS pada April, dan 144,9 miliar dolar AS pada Mei. Pada Juni cadangan devisa kembali meningkat tipis menjadi 145,6 miliar dolar AS.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa pergerakan cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Pada saat yang sama, menjaga daya tarik aset keuangan domestik juga menjadi semakin penting.

Ketika risiko meningkat, investor akan meminta kompensasi yang lebih tinggi. Imbal hasil instrumen keuangan rupiah harus cukup menarik dibandingkan alternatif di negara lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rekomendasi
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved