Zona Larangan Terbang Tidak Diterapkan, Kapan Perang Rusia vs Ukraina Berakhir?
Kamis, 10 Maret 2022 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Putin dalam setiap kesempatan mengatakan bahwa negaranya akan mempertimbangkan deklarasi pihak ketiga tentang no-fly zone di atas Ukraina sebagai partisipasi dalam perang di sana. NATO hingga saat ini hanya mengimbau Putin untuk menghentikan perang, namun untuk maju lebih jauh dan ikut intervensi dalam peperangan ini tidak dilakukan mengingat yang dihadapi oleh NATO adalah Rusia yang merupakan salah satu negara dengan kekuatan senjata nuklir terbesar. Jika konflik secara langsung terjadi antara Rusia dan NATO, maka hal yang akan ditakutkan banyak pihak, yakni konfrontasi secara langsung antara pihak yang memiliki senjata nuklir terbesar di dunia, yang dapat berpotensi penggunaan senjata nuklir tak dapat dihindari.
Baca juga: Didakwa Berbohong, Analis Rusia Soal Kolusi Donald Trump-Rusia Diciduk FBI
Tentunya, Ukraina berharap sokongan dari NATO untuk menghentikan invasi Rusia. Walau Rusia telah dikecam oleh banyak pihak dan dijatuhkan sanksi ekonomi oleh sebagian besar negara-negara barat, namun tidak terdapat niatan dari Rusia hingga saat ini untuk berhenti menyerang Ukraina. Hal ini kemudian mengarah pada satu titik: sampai kapan perang ini akan berakhir dan mungkinkah jalur negosiasi melalui peace talk dilakukan untuk menghentikan perang?
Berbicara mengenai negosiasi merupakan salah satu langkah yang sebenarnya memungkinkan untuk menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina. Walau sebelumnya sudah terdapat putaran kedua peace talk atau pembicaraan damai pada awal Maret lalu dan tidak berhasil, namun setidaknya sudah terdapat upaya bagi pihak yang berperang duduk di satu meja. Perang akan berakhir jika tercapainya negosiasi antara pihak-pihak yang berperang dimana keinginannya terakomodir dan terpenuhi.
Dalam hal ini sebenarnya keinginan Rusia meminta pihak Barat untuk tidak me-westernisasi Ukraina dan memperluas pengaruh NATO ke Eropa Timur sudah cukup lama didengungkan. Semenjak jatuhnya Uni Soviet, Rusia meminta NATO tidak menyentuh wilayah bekas Uni Soviet, dalam hal ini baik di wilayah Eropa, Kaukasus, dan Asia Tengah. Hal ini dilakukan karena Rusia ingin tetap wilayah bekas Uni Soviet ini berada pada radarnya. Namun, seiring berjalannya waktu memang ide-ide Barat seperti demokrasi dan pasar bebas misalnya tidak dapat dihalau di wilayah ini, terlebih Ukraina yang berbatasan langsung dengan negara- negara anggota Uni Eropa.
Baca juga: Didakwa Berbohong, Analis Rusia Soal Kolusi Donald Trump-Rusia Diciduk FBI
Tentunya, Ukraina berharap sokongan dari NATO untuk menghentikan invasi Rusia. Walau Rusia telah dikecam oleh banyak pihak dan dijatuhkan sanksi ekonomi oleh sebagian besar negara-negara barat, namun tidak terdapat niatan dari Rusia hingga saat ini untuk berhenti menyerang Ukraina. Hal ini kemudian mengarah pada satu titik: sampai kapan perang ini akan berakhir dan mungkinkah jalur negosiasi melalui peace talk dilakukan untuk menghentikan perang?
Berbicara mengenai negosiasi merupakan salah satu langkah yang sebenarnya memungkinkan untuk menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina. Walau sebelumnya sudah terdapat putaran kedua peace talk atau pembicaraan damai pada awal Maret lalu dan tidak berhasil, namun setidaknya sudah terdapat upaya bagi pihak yang berperang duduk di satu meja. Perang akan berakhir jika tercapainya negosiasi antara pihak-pihak yang berperang dimana keinginannya terakomodir dan terpenuhi.
Dalam hal ini sebenarnya keinginan Rusia meminta pihak Barat untuk tidak me-westernisasi Ukraina dan memperluas pengaruh NATO ke Eropa Timur sudah cukup lama didengungkan. Semenjak jatuhnya Uni Soviet, Rusia meminta NATO tidak menyentuh wilayah bekas Uni Soviet, dalam hal ini baik di wilayah Eropa, Kaukasus, dan Asia Tengah. Hal ini dilakukan karena Rusia ingin tetap wilayah bekas Uni Soviet ini berada pada radarnya. Namun, seiring berjalannya waktu memang ide-ide Barat seperti demokrasi dan pasar bebas misalnya tidak dapat dihalau di wilayah ini, terlebih Ukraina yang berbatasan langsung dengan negara- negara anggota Uni Eropa.
Lihat Juga :