Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:55 WIB
loading...
Smartwatch AI, Kala...
Dr Ressa Uli Patrissia, pengamat komunikasi teknologi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Dr Ressa Uli Patrissia
pengamat komunikasi teknologi
Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah

JAM tangan pintar kini tidak hanya menghitung langkah atau menampilkan notifikasi. Perangkat berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mampu membaca pola tidur, memperkirakan tingkat stres, menilai pemulihan tubuh, hingga mengingatkan penggunanya untuk bergerak dan beristirahat.

Bagi banyak orang, informasi tersebut terasa seperti bentuk perhatian personal. Sebuah getaran di pergelangan tangan dapat mengingatkan pengguna untuk berdiri setelah terlalu lama duduk. Skor tidur membantu seseorang menilai kualitas istirahatnya.

Sementara itu, indikator stres dapat menjadi alasan untuk memperlambat ritme kerja. Namun, hubungan manusia dengan smartwatch ternyata lebih kompleks daripada sekadar menggunakan alat pencatat kesehatan.

Penelitian terhadap 30 pengguna smartwatch berbasis AI di Indonesia menunjukkan bahwa umpan balik biometrik, notifikasi prediktif, dan penilaian berbasis angka secara perlahan dapat mengubah cara seseorang memahami tubuh, waktu, emosi, bahkan produktivitasnya. Para partisipan berasal dari Generasi X, milenial, dan Generasi Z serta menggunakan berbagai perangkat, seperti Apple Watch, Samsung Galaxy Watch, Garmin, dan Huawei.

Ketika tubuh diterjemahkan menjadi angka
Fenomena ini dijelaskan melalui konsep algorithmic enframing atau pembingkaian algoritmik. Secara sederhana, pembingkaian algoritmik terjadi ketika tubuh, waktu, emosi, dan aktivitas manusia terus-menerus diterjemahkan menjadi data.

Data tersebut kemudian dibandingkan dengan standar tertentu, lalu dikembalikan kepada pengguna dalam bentuk skor, peringatan, rekomendasi, atau dorongan perilaku. Akibatnya, seseorang tidak lagi hanya bertanya, “Apakah saya merasa lelah?” Ia mulai bertanya, “Berapa skor pemulihan saya hari ini?”

Pengguna juga dapat merasa belum cukup aktif meskipun tubuhnya telah bergerak sepanjang hari karena lingkaran aktivitas pada perangkat belum tertutup. Sebaliknya, seseorang dapat menganggap harinya produktif hanya karena target gerak yang ditentukan aplikasi telah terpenuhi.

Teknologi dalam situasi tersebut tidak sekadar memberikan informasi. Teknologi ikut menentukan bagaimana kondisi tubuh dan aktivitas sehari-hari dipahami.

Penelitian tersebut mengidentifikasi empat pola hubungan antara manusia dan data. Keempatnya bukan tahapan yang harus dilalui secara berurutan. Seseorang dapat mengalami beberapa pola sekaligus dalam aspek kehidupan yang berbeda.

Pertama, hidup di dalam data. Pola pertama disebut Living in Data atau hidup di dalam data. Pada tahap ini, angka-angka dari smartwatch telah menjadi bagian biasa dari kehidupan. Memeriksa jumlah langkah, detak jantung, skor tidur, atau indikator stres terasa sama alaminya dengan melihat jam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Rekomendasi
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
Berita Terkini
Wamendagri: Indonesia...
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
Almarhum Juru Bicara...
Almarhum Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Dibawa ke Jakarta Besok
Di Seminar JARI, Para...
Di Seminar JARI, Para Pakar Kritisi Konstitusi untuk Kemajuan Bangsa
Kabar Duka, Juru Bicara...
Kabar Duka, Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved