Dinilai Layak, Ridwan Kamil Masuk Radar Jadi Calon Kepala IKN

Senin, 24 Januari 2022 - 18:04 WIB
loading...
Dinilai Layak, Ridwan...
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan kriteria calon kepala Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara adalah pernah menjadi kepala daerah dan berlatar belakang keilmuan arsitek. Alhasil muncul sejumlah nama, yang dinilai memiliki kemampuan dari kriteria tersebut.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Pembangunan IKN Tak Hambat Penanganan Covid-19

Seperti nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama tiga tokoh lainnya yakni Menteri Sosial Tri Rismaharani (mantan Wali Kota Surabaya), Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dan Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Menanggapi prediksi tersebut, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, secara latar belakang keilmuan para kandidat terutama Ridwan Kamil memang layak.

Namun menurutnya, dalam konteks Kepala Otorita IKN Nusantara ini, tidak hanya bicara layak dan kompeten semata, namun ada aspek lain yang harus dilhat.

"Jika bicara dari aspek basic knowledge, kompetensi dan kapasitas memang Kang Emil layak dan mampu. Ada aspek-aspek yang juga penting, seperti politik," kata Adi Prayitno, Senin (24/1/2022).

Aspek politik sambung Adi, bisa dari sisi cantolan atau kedekatan politik. Hal itu cukup vital dalam pertimbangan Presiden Jokowi saat menentukan siapa yang akan ditunjuk dari nama-nama yang ada di bursa kandidat.

"Jadi memang batas-batasnya tidak hanya sebatas kecakapan atau kompetensi dengan latar belakang arsitek misalnya. Tapi lebih kompleks lagi, karena ada variabel lainnya misalnya background politik yang bisa menjadi pertimbangan juga," papar Adi

Menurut Adi, membuat ibu kota yang kinclong, modern, dan maju sesuai ekspektasi pasti akan berdampak pada portofolio politik kepala otorita IKN. Namun Adi juga mengingatkan, membangun ibu kota baru bisa jadi tidak mulus tuntas setahun dua tahun bahkan lima tahun.

Kata dia, jika tidak rampung sesuai rencana, misalnya molor atau justru mangkrak, justru bisa berdampak buruk. "Benefit ketika pada akhirnya menjadi ketua Otorita IKN sudah pasti adalah semakin populer, karena pasti akan menjadi episentrum atau pusat perhatian serta pembicaraan publik, jadi 'buah bibir' istilahnya kan," ucap Adi.

"Berkahnya, sudah pasti menjadi populer dan viral berkat sebuah prestasi dahsyat memimpin pembangunan ibu kota negara baru, tapi ketika dia gagal melaksanakan tugasnya, bisa blunder, semakin populer iya tapi notorious (tenar tapi dalam konteks buruk). Populer tapi tidak disukai dan tidak dipilih ngapain?" terang Adi.

Oleh karenanya Adi berharap, jangan sampai kepala daerah yang menjadi kepala otorita IKN Nusantara justru terjebak atau jadi 'samsak politik' dari kalangan yang selama ini tidak setuju dengan pemindahan ibu kota baru.

"Karena pekerjaan memimpin pembangunan ibu kota baru ini tidak bisa selesai hanya dalam satu-dua bahkan lima tahun. Jadi Ketua Otorita IKN bukan perkara gampang, justru harus bekerja super keras," ungkapnya.

"Karena harus memimpin dan mengkoordinasi secara sangat baik terkait infrastruktur, penetrasi, budaya kerja, fasilitas-fasilitas belum lagi persoalan sumber daya manusianya," tutup Adi.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MK Tegaskan Jakarta...
MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Anies Baswedan Buka Suara
Ibu Kota Negara di Jakarta...
Ibu Kota Negara di Jakarta Konstitusional, Bagaimana Nasib IKN?
Kapolda Metro Jaya Dijabat...
Kapolda Metro Jaya Dijabat Komjen Pol, Pakar: Tugas dan Tantangannya Sangat Kompleks
Putusan MK soal Jakarta...
Putusan MK soal Jakarta Tetap Ibu Kota, Komisi II DPR Sebut Tak Perlu Dorong Prabowo Terbitkan Keppres IKN
Ketum GIM Dukung Putusan...
Ketum GIM Dukung Putusan MK Tetapkan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
Gugatan UU IKN Ditolak...
Gugatan UU IKN Ditolak MK Pertegas Ibu Kota Negara Tetap Jakarta
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
Program Suara Warga,...
Program Suara Warga, Generasi Muda Kaltim Kawal IKN sebagai Ibu Kota Politik
Ayu Aulia Minta Maaf...
Ayu Aulia Minta Maaf ke Ridwan Kamil dan Roby Kurniawan, Akui Unggahan soal Kehamilan Hanya Halusinasi
Rekomendasi
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Infografis
Jens Raven Layak Jadi...
Jens Raven Layak Jadi Striker Utama di Timnas Indonesia U-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved