Menteri KKP: Kolaborasi Indonesia-Vietnam Hidupkan Budidaya BBL di Tanah Air
Senin, 29 April 2024 - 19:14 WIB
loading...
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan kerja sama dengan Vietnam akan menghidupkan ekosistem budidaya lobster di Indonesia. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Vietnam dalam menghidupkan ekosistem budidaya lobster di Indonesia. Ekosistem yang belum optimal menjadi kendala perkembangan budidaya lobster nasional.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan kerja sama dengan Vietnam akan menghidupkan ekosistem budidaya lobster di Indonesia.
"Karena ekosistem (budidaya lobster) nya belum jalan optimal selama ini. Tapi dengan kerja sama ini ekosistemnya akan jalan. Contohnya soal pakan, selama ini kan mengandalkan ikan-ikan rucah hasil tangkapan, sementara di Vietnam sudah ada industrinya sendiri," katanya dalam acara Indonesia Aquaculture Business Forum (IABF) 2024 di Jakarta, Senin (29/4/2024).
Baca juga: KKP Akan Tertibkan Bagan Tancap di Teluk Jakarta
Melalui kesepatakan kerja sama dua negara, pelaku usaha Vietnam yang ingin memanfaatkan Benih Bening Lobster (BBL), harus melakukan kegiatan budidaya di Indonesia dengan menggandeng pelaku usaha lokal Indonesia. Dengan skema ini akan terjadi transfer teknologi hingga etos kerja yang sangat penting untuk perkembangan budidaya lobster Tanah Air.
Selain persoalan pakan, kata Menteri Trenggono, usaha yang memproduksi keramba budidaya lobster modern juga minim. Ini juga menjadi tantangan tersendiri di tengah kerja sama yang sudah terjalin dengan Vietnam. Sejauh ini sudah ada lima perusahaan Vietnam yang masuk ke Indonesia, namun kegiatan budidaya belum bisa masif lantaran keterbatasan keramba.
Baca juga: Regulasi Baru Menteri KKP Dinilai Bisa Atasi Maraknya Penyelundupan BBL
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan kerja sama dengan Vietnam akan menghidupkan ekosistem budidaya lobster di Indonesia.
"Karena ekosistem (budidaya lobster) nya belum jalan optimal selama ini. Tapi dengan kerja sama ini ekosistemnya akan jalan. Contohnya soal pakan, selama ini kan mengandalkan ikan-ikan rucah hasil tangkapan, sementara di Vietnam sudah ada industrinya sendiri," katanya dalam acara Indonesia Aquaculture Business Forum (IABF) 2024 di Jakarta, Senin (29/4/2024).
Baca juga: KKP Akan Tertibkan Bagan Tancap di Teluk Jakarta
Melalui kesepatakan kerja sama dua negara, pelaku usaha Vietnam yang ingin memanfaatkan Benih Bening Lobster (BBL), harus melakukan kegiatan budidaya di Indonesia dengan menggandeng pelaku usaha lokal Indonesia. Dengan skema ini akan terjadi transfer teknologi hingga etos kerja yang sangat penting untuk perkembangan budidaya lobster Tanah Air.
Selain persoalan pakan, kata Menteri Trenggono, usaha yang memproduksi keramba budidaya lobster modern juga minim. Ini juga menjadi tantangan tersendiri di tengah kerja sama yang sudah terjalin dengan Vietnam. Sejauh ini sudah ada lima perusahaan Vietnam yang masuk ke Indonesia, namun kegiatan budidaya belum bisa masif lantaran keterbatasan keramba.
Baca juga: Regulasi Baru Menteri KKP Dinilai Bisa Atasi Maraknya Penyelundupan BBL
Lihat Juga :