Hari Toleransi Internasional: Krisis Lingkungan dan Urgensi Penanaman Nilai-nilai Ekoteologi

Rabu, 17 November 2021 - 16:57 WIB
loading...
A A A
Sejalan dengan pemikiran Nasr, Bruno Latour melihat bahwa cara pandang manusia modern tidak bisa diungkapkan sebagai suatu periode antar waktu untuk mendeskripsikan realitas, melainkan merujuk pada cara berfikir. Dalam bukunya We Have Never Been Modern, Latour membagi empat jaminan yang gagal dipenuhi oleh konstitusi modern.

Pertama, membuat jaminan perbedaan transendensi antara alam dan struktur masyarakat. Kedua, menjamin dimensi imanen kemasyarakatan dengan membuat warga negara sepenuhnya bebas untuk membangun kembali kebebasannya secara artificial.

Ketiga, menjamin pemisahan kekuasaan. Keempat, jaminan bahwa Tuhan yang dicoret memungkinkan untuk menstabilkan mekanisme asimetris dengan memastikan fungsi arbitrase (Latour, 1991). Di sini, Latour menekankan bahwa jaminan pemisahan kekuasaan tidak pernah terjadi.

Paradigma Latour yang mengarahkan modernisme tidak pada masalah ‘periode waktu’ (an existing historical period) melainkan mengarah pada ‘suatu cara berpikir’ (the way of thingking), menemukan relevansinya. Perubahan iklim dan masifnya pembangunan yang merusak alam merupakan kasus yang diakibatkan oleh cara pandang yang keliru terhadap modernisasi.

Kembali pada pemikiran Nasr, ia dengan cukup detail memberikan penjelasan hubungan korelatif antara manusia dan alam semesta, yang menurutnya ketiga hal tersebut merupakan entitas kesatuan yang saling meliputi antara yang satu dan lainnya. Hubungan saling meliputi ini merupakan bentuk pengejawantahan dari realitas watak ketuhanan Yang Abosolut.

Maksud dari watak ketuhanan absolut adalah, manusia perlu dilihat dan diposisikan sebagai jembatan penghubung antara langit dan bumi, dan instrumen manifestasi serta kristalisasi pesan-pesan Allah di muka bumi (khalifatullah fi al-ardi) (Nasr, Knowledge and the Sacred, 1981).

Nasr sebenarnya hendak mengajak manusia untuk merenungkan bahwa hakikat dirinya adalah bagian integral dari alam.Alam merupakan cermin dari dirinya sendiri. Dalam konteks ini, pemikiran Nasr menemukan bentuk konkretnya, yaitu menempuh langkah untuk berdamai dan hidup harmoni dengan alam sekitar merupakan jalan yang arif dan bijak (Maftukhin, 2016).

Untuk memahami krisis lingkungan dan perubahan iklim, Nasr turut memberikanpenjelasan bahwa kerusakan alam tidak semerta-merta disebabkan oleh faktor alam itu sendiri. Ada faktor intervensi manusia dan arogansi sains yang menjadi penyebab degradasi lingkungan (Nasr, Man and Nature: The Spiritual Crisis in Modern Man, 1968).

Faktor intervensi manusia antara lain adalah masifnya penebangan hutan secara liar, pembuangan sampah sembarangan, dan lain sebagainya. Sementara, arogansi sains bisa dilihat dari pola kerja sains yang memandang alam sebagai objek yang berada di bawah manusia, berhak untuk digunakan semau dan sekehendak manusia.

Dalam pluralisme sosial politik, terdapat tawaran alternasi untuk mengatasi perubahan iklim yang terus menerus terjadi. Tawaran tersebut oleh Jenkins disebut dengan advokasi sosial (Jenkins, 2006), yang berusaha untuk memengaruhi opini publik dalam mendorong partisipasi warga dan politik yang lebih luas. Seperti misalnya kelompok pembela lingkungan yang sering memfokuskan perhatian pada perusahaan-perusahaan yang dinilai paling bertanggungjawab atas rusaknya lingkungan yang sering terjadi.

Dari sebab itu, solusi untuk mengatasi problem kerusakan alam dan perubahan iklim yang terus membabi buta ini adalah merekontekstualisasikan kembali nilai-nilai agama dan kearifan moral, yang tujuan akhirnya adalah untuk merawat konservasi alam. Sains harus diintegrasikan dengan nilai-nilai keagamaan yang pada titik kulminasinya mengkristal pada akar keilahian.

Narasi-narasi yang secara massif dan kontinyu menyuarakan bahwa yang paling bertanggung jawab kerusakan iklim dan lingkungan yang telah merugikan generasi masa kini adalah mereka yang hidup pada masa sebelumnya, sekaligus bertanggung jawab pula pada generasi masa depan, adalah akibat dari hilangnya dimensi ekologi-esoterik.

Karenanya, kesadaran ekologi yang bersifat esoterik ini perlu untuk terus didesiminasikan kedepannya, dengan menggunakan advokasi sosial yang berorientasi untuk menjaga kondusifitas iklim yang lebih baik.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Status Quo Jabatan Fungsional...
Status Quo Jabatan Fungsional ASN
Makna Pemakaman Ayatollah...
Makna Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
Rekomendasi
Kisah Maroko di Piala...
Kisah Maroko di Piala Dunia 2026: Cuma 7 Pemain Kelahiran Tanah Asal, Mayoritas dari Eropa
BAIC T1 Hadir, Ini Alasan...
BAIC T1 Hadir, Ini Alasan Orang Pilih Hatchback Crossover EV Dibanding SUV Listrik!
Link Nonton Trolls di...
Link Nonton Trolls di VISION+, Film Musikal Ceria untuk Nonton Bareng Keluarga
Berita Terkini
Viral Surat Edaran Peningkatan...
Viral Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan, Ini Penjelasan Kejagung
Dilaporkan Roy Suryo...
Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Lechumanan: Saya Kepengin Cepat Diperiksa
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved