Rasisme itu Dosa Asal Amerika

Kamis, 04 Juni 2020 - 08:57 WIB
loading...
Rasisme itu Dosa Asal...
Foto/Reuters
A A A
Imam Shamsi Ali
Direktur Jamaica Muslim Center & Presiden Nusantara Foundaiton

Akhir-akhir ini Amerika sedang memanas. Di sekitar 30 kota di 50 negara bagian terjadi kekisruhan-kekisruhan, bahkan kerusuhan, kekerasan dan penjarahan. Bahkan di sekitar Gedung Putih sendiri, memaksa Presiden dan keluarganya sempat disembunyikan di sebuah bunker, di bawah gedung kediaman Presiden US itu.

Kekisruhan, kekerasan dan bahkan penjarahan dan pembakaran itu dipicu oleh kematian seorang warga hitam (Afro) bernama George Floyd di kota Minneapolis di negara bagian Minnesota oleh aparat Kepolisian di kota itu.

Kematian George Floyd dan banyak yang lain sebelumnya mengakibatkan protes yang terjadi di berbagai kota di Amerika sesungguhnya adalah kobaran bara api dalam sekam yang telah lama tersembunyi oleh kepura-puraan di Amerika. (Baca: Abaikan Jam Malam, Demonstran Bertahan di Gedung Putih)

Permasalahan ras (rasisme), ketidak adilan (injustice) dan perlakuan diskriminatif (discrimination) terhadap minoritas merupakan sejarah panjang dan bersifat historis di negara ini.

Bahkan mungkin tidak berlebihan jika saya mengistilahkan prilaku rasis sebagian orang di negara ini bagaikan “dosa asal” (original sin) di negeri ini.

Tentu semua masih ingat bahwa penduduk asli Amerika (native Americans) itu adalah mereka yang kita kenal dengan “Indian American”. Mereka inilah sesungguhnya berhak mengklaim sebagai pribumi di Amerika.

Tapi dalam sejarahnya kendati mereka menerima kedatangan immigran warga putih (European immigrant) dari daratan Eropa, belakangan justeru dimarjinalkan bahkan lebih jauh terjadi pemusnahan secara sistimatis dan sistemik.

Setelah immigrant Eropa itu menguat (established), kaum native Indian kemudian dari masa ke masa diperlakukan secara buruk dan tidak berkeadilan. Bahkan lambat laun mereka semakin termarjinalkan dan ternihilisasi. Mereka umumnya diberikan kesempatan hidup di daerah-daerah perkampungan dan pegunungan yang tidak mendapat perhatian pembangunan negara.

Berbicara mengenai realita kehidupan Native American ini mengingatkan kita kepada pepàtah Indonesia klasik yang populer: “susu dibalas air tuba”. Kebaikan dan penerimaan pribumi Amerika dibalas dengan prilaku jahat dan rasis dari kalangan immigran Eropa.

Prilaku buruk kepada non White di negeri ini berlanjut dengan “mistreatment” oleh penduduk Putin (White American) kepada warga hitam (Afro) yang dibawa oleh mereka sebagai budak-budak dari negara-negara jajahan mereka di Afrika.

Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa banyak di antara mereka (budak-budak) itu, bahkan mayoritasnya, adalah orang-orang yang beragama Islam. Hal ini semakin tersingkap dengan perlahan-lahan seiring banyaknya Afro American yang memeluk agama Islam di kemudian hari. (Baca juga: Demonstran Damai George Floyd Berubah Rusuh, Empat Polisi AS Tertembak)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Meraih Hak Pemajakan...
Meraih Hak Pemajakan Indonesia melalui Implementasi PPh Digital Asing yang Sederhana
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Rekomendasi
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Suasana Terkini Arus...
Suasana Terkini Arus Lalin di Tendean saat Pembongkaran JPO, Jalan Arah Blok M Ditutup
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Berita Terkini
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved