Menelusuri Kemenangan Donald Trump dan Kesalahan Fatal Kamala Harris

Jum'at, 29 November 2024 - 11:05 WIB
loading...
Menelusuri Kemenangan...
Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jakarta, Witanti Prihatiningsih. FOTO/DOK.PRIBADI
A A A
Witanti Prihatiningsih
Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jakarta

DONALD Trump kembali menjadi presiden terpilih Amerika Serikat (AS) setelah mengalahkan Kamala Harris di Pemilihan Umum Presiden 2024. Walau tersangkut sejumlah kasus hukum, Trump tetap mampu melaju sebagai kandidat Partai Republik dan meraih posisi tertinggi di Gedung Putih. Sementara Harris, yang jauh lebih unggul dalam hal sumber daya dan dana kampanye, justru kalah cukup jauh dari Trump. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sebelum membahas mengenai Trump atau Harris, mari kita lihat kondisi AS dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data Reuters, tingkat penerimaan publik (approval rating) Presiden AS Joe Biden terus menurun, dari 55% di awal menjabat di tahun 2021 anjlok ke kisaran 38% hingga 37% per September 2024. Merosotnya popularitas Biden ini disebabkan banyak hal, namun yang paling dikeluhkan sebagian masyarakat AS adalah terkait kondisi ekonomi.

Data dari AP VoteCast tahun ini memperlihatkan bahwa sekitar 3 dari 10 pemilih di AS mengatakan situasi keuangan keluarga mereka terpuruk, meningkat dari 2 per 10 orang empat tahun lalu. Sementara 9 dari 10 pemilih merasa sangat atau sedikit khawatir mengenai harga bahan makanan. Survei lain dari NBC News pada September 2024 menyebutkan bahwa 65% pemilih meyakini bahwa AS sedang melaju ke arah yang salah.

Angka-angka ini memberikan gambaran bahwa sebagian, atau bahkan lebih dari separuh warga AS, sudah muak dengan pemerintahan Partai Demokrat di bawah Biden yang dinilai tidak becus mengurus negara. Walau mencoba menjaga jarak dengan Biden setelah menjadi capres Demokrat, Harris tetap terkena imbas dari kekesalan warga AS terhadap Demokrat. Harris tidak bisa melepaskan diri dari citra buruk Demokrat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
Menhan Ungkap Asal Muasal...
Menhan Ungkap Asal Muasal Amerika Serikat Ajukan Overflight Access ke Indonesia
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Rekomendasi
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved