Sejumlah Negara Mulai Berdamai dengan Corona

Jum'at, 16 Juli 2021 - 08:35 WIB
loading...
A A A
"Apa yang mau saya katakan? Bahwa sangat tidak mudah untuk memperkirakan situasi Covid-19 ini di suatu negara dan juga di dunia kapan akan berhenti. Sangat tidak mudah karena ada banyak aspek yang tidak bisa diprediksi," imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PKB Nihayatul Wafiroh menilai, saat ini yang paling penting bagi Indonesia adalah melakukan penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19 di dalam negeri secara maksimal karena jumlah pasien Covid-19 terus mengalami peningkatan.

Untuk itu, Komisi IX mendesak pemerintah termasuk dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat sistem kesehatan nasional untuk meningkatkan respon kedaruratan pandemi Covid-19. Penguatan sistem itu, kata perempuan yang karib disapa Ninik ini yakni baik bagi pasien Covid-19 yang sedang ditangani atau warga yang belum dites dan ditelusuri.

"Komisi IX DPR mendesak pemerintah memperkuat sistem kesehatan nasional di tengah kedaruratan pandemi Covid-19," ujar Ninik.

Penguatan sistem kesehatan nasional itu, tutur Ninik, melalui empat tindakan. Pertama, memastikan kecukupan tempat tidur sakit, tempat tidur isolasi dan tempat tidur intensif (ICU), ventilator, oksigen, metode terapi oksigen aliran tinggi (HFNC), obat, dan alat kesehatan yang dibutuhkan, termasuk penyediaan rumah sakit lapangan/darurat.

Kedua, meningkatkan perlindungan terhadap seluruh tenaga kesehatan dan non-kesehatan yang memberikan pelayanan kepada pasien Covid-19 termasuk melalui tes PCR berkala, nutrisi, APD, jam kerja, insentif tepat waktu, dan lain-lain.

Ketiga, mempersiapkan sarana dan prasarana kesehatan di luar Pulau Jawa dan Bali menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19. "Mengoptimalkan tatalaksana penangan pasien Covid-19 untuk meningkatkan angka kesembuhan," ujarnya.

Koordinator Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, penanganan dan pengendalian Covid-19 di Tanah Air butuh kekompakan dan kerja sama berbagai pihak. Dia menjelaskan, selama pelaksanaan PPKM Darurat ada peningkatan kasus Covid-19 sekitar 44,51% dan kasus harian per Kamis (15/7) terdapat 56.757 kasus.

Di masa PPKM Darurat, kasus didominasi oleh varian delta yang hampir semuanya terjadi di Jawa. Berdasarkan data yang ada, varian delta ini lebih sekitar 6x lebih cepat pada PPKM Darurat. Tapi yang harus diingat, kata Luhut, bukan hanya Indonesia yang mengalami peningkatan varian delta tapi juga negara lain.

"Peningkatan kasus varian delta per 13 juli, jadi jangan kita lihat Indonesia saja. Kita bisa lihat contoh ini dari Inggris juga kena, Belanda kena, Perdana Menteri Belanda minta maaf karena dia menyetujui lepas masker beberapa waktu lalu dan sekarang naik seperti ini, eksponensial. Dan, Malaysia juga sampai saat ini. Amerika sendiri juga kenaikan luar biasa," ujar Luhut saat konferensi pers secara virtual melalui channel YouTube Kemenko Marves, Kamis (15/7).

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) itu mengatakan, pemerintah secara serius dan maksimal melakukan berbagai upaya guna mengendalikan dan mencegah penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat termasuk di masa penerapan PPKM Darurat. Luhut menuturkan, semua pihak harus memahami bahwa varian Delta merupakan varian Covid-19 yang tidak mudah dikendalikan.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenkes Terbitkan Surat...
Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Waspada Peningkatan Covid-19, Ini Isinya!
Setelah Pandemi, Pemerintah...
Setelah Pandemi, Pemerintah Diminta Tak Gegabah Keluarkan Kebijakan
Cerita Titik Terendah...
Cerita Titik Terendah Anies Baswedan, Kehilangan Adik dan Pandemi Covid-19
Selama Pandemi Mendagri...
Selama Pandemi Mendagri Apresiasi Sinergi Lintas Kementerian, Lembaga dan Pemda
Dugaan Korupsi Beras...
Dugaan Korupsi Beras Bansos, Muhadjir: Pernah Masuk Radar Inspektorat Kemensos
Soal Dugaan Korupsi...
Soal Dugaan Korupsi Bansos Beras di Kemensos, Wapres: Kita Perbaiki Sistem
Hantavirus: Potensi...
Hantavirus: Potensi Pandemi Kecil, Tapi Kewaspadaan Harus Tetap Tinggi
AS Waspada, Blokir Pelancong...
AS Waspada, Blokir Pelancong dari Zona Wabah Ebola
Lebih Mengerikan Dibandingkan...
Lebih Mengerikan Dibandingkan Hantavirus, WHO: Wabah Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global
Rekomendasi
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Berita Terkini
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved