Selama Pandemi Mendagri Apresiasi Sinergi Lintas Kementerian, Lembaga dan Pemda
Kamis, 29 Juni 2023 - 13:08 WIB
loading...
Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi sinergi lintas K/L yang dilakukan setiap hari Senin di Kantor Kemendagri. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi sinergi lintas K/L yang dilakukan setiap hari Senin di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal ini disampaikan saat menghadiri acara launching Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional yang digelar secara hybrid dari Hotel Borobudur, Jakarta, Senin 26 Juni 2023.
Mendagri mengatakan, pada September 2022, pihaknya dipanggil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengendalikan inflasi daerah. Dia menerangkan, pengendalian inflasi memerlukan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, Presiden meminta pengendalian inflasi dilakukan sebagaimana dalam pengendalian Covid-19. Pihaknya kemudian mengundang diskusi dengan berbagai pihak lintas K/L untuk mengawal inflasi.
"Waktu kita Covid itu, dua tahun full betul-betul saya mengikuti betul dari awal Bapak Presiden itu. Kita melakukan rapat tiga kali seminggu. Hari Sabtu biasanya Menko Ekonomi Pak Airlangga yang memimpin luar Jawa-Bali, hari Minggu Pak Luhut pengendali Jawa-Bali. Hari Senin, Pak Presiden dan itu dilakukan setiap hari Senin, konsisten Bapak Presiden. Dan Beliau ingin melakukan untuk inflasi coba kendalikan seperti itu juga," kata Mendagri, Kamis (29/6/2023).
Dia menjelaskan, terdapat dua unsur penyumbang inflasi. Pertama, administered price atau harga-harga yang diatur oleh pemerintah, seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), transportasi, dan air minum. Kedua, volatile items yang harganya berubah-ubah, seperti produk makanan, minuman, dan tembakau. Dalam mengatur dua hal inilah diperlukan pentingnya kerja sama dan kekompakan antarinstansi terkait pangan yang menjadi kebutuhan dasar rakyat.
"Rakyat kita terutama middle low, terutama yang di low, yang less fortunate, grass root, itu tidak banyak mau bicara yang aneh, apalagi bicara politik dan lain-lain. Tapi lebih banyak masalah perut, itu yang paling utama, dan berbagai gejolak stabilitas keamanan Indonesia, politik keamanan Indonesia itu akan sangat rawan kalau bicara sudah mengenai masalah bahan pokok," tuturnya.
Mendagri mengatakan, pada September 2022, pihaknya dipanggil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengendalikan inflasi daerah. Dia menerangkan, pengendalian inflasi memerlukan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, Presiden meminta pengendalian inflasi dilakukan sebagaimana dalam pengendalian Covid-19. Pihaknya kemudian mengundang diskusi dengan berbagai pihak lintas K/L untuk mengawal inflasi.
"Waktu kita Covid itu, dua tahun full betul-betul saya mengikuti betul dari awal Bapak Presiden itu. Kita melakukan rapat tiga kali seminggu. Hari Sabtu biasanya Menko Ekonomi Pak Airlangga yang memimpin luar Jawa-Bali, hari Minggu Pak Luhut pengendali Jawa-Bali. Hari Senin, Pak Presiden dan itu dilakukan setiap hari Senin, konsisten Bapak Presiden. Dan Beliau ingin melakukan untuk inflasi coba kendalikan seperti itu juga," kata Mendagri, Kamis (29/6/2023).
Dia menjelaskan, terdapat dua unsur penyumbang inflasi. Pertama, administered price atau harga-harga yang diatur oleh pemerintah, seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), transportasi, dan air minum. Kedua, volatile items yang harganya berubah-ubah, seperti produk makanan, minuman, dan tembakau. Dalam mengatur dua hal inilah diperlukan pentingnya kerja sama dan kekompakan antarinstansi terkait pangan yang menjadi kebutuhan dasar rakyat.
"Rakyat kita terutama middle low, terutama yang di low, yang less fortunate, grass root, itu tidak banyak mau bicara yang aneh, apalagi bicara politik dan lain-lain. Tapi lebih banyak masalah perut, itu yang paling utama, dan berbagai gejolak stabilitas keamanan Indonesia, politik keamanan Indonesia itu akan sangat rawan kalau bicara sudah mengenai masalah bahan pokok," tuturnya.
Lihat Juga :