Cerita Mantan Guru yang Mencoba Peruntungan di Dunia Digital

Senin, 21 Juni 2021 - 05:27 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Dihipnotis di Monas, Konten Kreator asal Tangerang Kehilangan Harta Benda Senilai Rp5 Juta

Jika demikian, orang akan cepat melupakan. Sponsor pun akan lari karena penonton atau pengikut akun medsosnya tidak banyak. Pakar TI, Alfons Tanujaya, mengatakan masyarakat harus memahami bahwa secara prinsip dasar dunia digital dan konvensional itu tetap membutuhkan kerja keras. Masalahnya, yang muncul di benak sebagian orang, dengan jualan daring, membuat video dan diunggah di Youtube dan Instagram, uang akan datang dengan cepat. Tidak seperti itu.

Dia mencontohkan ada 10 toko konvensional yang beralih jualan daring, entah membuat website sendiri atau di lokapasar (marketplace). Belum tentu semua sukses. Kemungkinan toko-toko itu untuk tidak berkembang di dunia maya tetap ada. kegagalan itu, menurutnya, karena pemilik toko tidak mengerti cara atau trik berjualan di dunia digital.

“Mereka harus tahu bagaimana cara mengkomunikasi dan menampilkan produk dengan baik. Yang penting presentasinya cakep, cepat tanggap, dan barang banyak. (Saat ditanya) Gimana barangnya ready? (Harus) Ready. Tetap saja seperti metode lama. Ingat service itu penting,” ujarnya.

Namun, berjualan di ranah digital, menurutnya, lebih murah dibandingkan secara konvensional. Orang tidak lagi harus menyewa toko bahkan memiliki barang yang banyak. Sekarang, ada orang-orang yang hanya menjadi makelar dengan cara memajang produk-produk tertentu di marketplace atau akun medsosnya. “Bisa berhasil asalkan dia mempertahankan kualitas dan layanan,” ucapnya.

Dahulu, dunia TI selalu identik dengan orang yang punya keahlian dan pengetahuan tentang perangkat lunak dan keras. Saat ini tidak lagi seperti itu. Mereka yang menjadi konten kreator itu mungkin saja tidak terlalu terampil dan paham mengenai perangkat lunak dan keras. Tak sedikit pula yang sangat ahli karena sejak awal membangun brand untuk akun medsos mengerjakan sendiri.

“Kalau kamu mau berhasil, misalnya jadi Youtuber, harus punya konsep yang kuat. Lalu, (urusan) konten yang bagus dan konsistensi perlu ada tim khusus. Enggak mungkin mau jadi Youtuber dan berhasil melakukan sendiri. Enggak ada ceritanya. Akan tetapi, kamu bisa jadi otaknya. Jadi tidak harus menguasai coding (dan sebagainya),” jelasnya.

Menurutnya, orang punya konsep itu nantinya bisa bayar orang yang terampil menggunakan perangkat lunak dan keras. “Orang yang bisa bikin video-video cakep, orang yang bisa membuat animasi akan kepakai. Cuma sebatas jasa animasi dan bikin video. Tidak akan mendapatkan hasil maksimal dari (yang memiliki) follower Youtuber yang banyak,” tuturnya.

Baca juga: Dalam Dunia digital, Keamanan Jadi Isu yang Sangat Penting

Untuk terjun ke kreatif dan digital ini tidak sepenuhnya harus sekolah khusus. Alfons menerangkan sekolah itu hanya akan memberikan dasar saja, tapi tidak memberikan keterampilan yang berbeda secara signifikan. Yang harus dilakukan adalah belajar dan berulang-ulang. Dia menyebut dunia digital dengan segala platform dan kontennya akan terus berkembang dan menjadi ladang uang. “Arahnya (kebutuhan) influencer. Metode iklan lama akan bergeser (digital),” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa...
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa Fisip Unpas Lebih Kritis Hadapi Disrupsi Digital
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Diperiksa terkait Laporan...
Diperiksa terkait Laporan Roy Suryo, YouTuber Nusantara Dicecar 60 Pertanyaan
Shelter Indonesia Perkenalkan...
Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital untuk Operasional Terintegrasi
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Rekomendasi
ARMY Syok! Harga Hotel...
ARMY Syok! Harga Hotel di Busan Naik hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
Berita Terkini
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved